Home / Sport / Proyek Puskesmas Pantai Baru Rp 3 M diduga bermasalah

Proyek Puskesmas Pantai Baru Rp 3 M diduga bermasalah

Bagikan Halaman ini

Share Button

14ilustrasi

 

 

Moral-politik.com : Pelaksanaan pembangunan Puskesmas di Kecamatan Pantai Baru menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Rote Ndao Tahun Anggaran 2013 senilai Rp3 miliar lebih diduga bermasalah.

Pasalnya, pekerjaan yang dilaksanakan PT. Karya Sepakat Kita itu dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi teknis proyek tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan menyebutkan, sesuai perencanaan, pekerjaan proyek itu semestinya selesai 31 Desember 2013 lalu. Celakanya, meski tidak ada addendum atas proyek tersebut, namun pihak rekanan yang melaksanakan pekerjaan masih melanjutkan pekerjaan.

“Sesuai papan proyek, pekerjaan semestinya sudah selesai pertengahan Desember 2013 lalu. Tetapi sampai sekarang rekanan masih melaksanakan pekerjaan yang belum diselesaikan saat waktu selesai,” ungkap salah seorang warga di sekitar lokasi itu, Rabu (22/1/2014).

Warga yang enggan menyebutkan namanya itu mengungkapkan, atas keterlambatan pelaksanaan proyek, pihak Dinas Kesehatan beberapa waktu lalu telah menghentikan proyek itu karena dilaksanakan di luar jadwal yang telah ditetapkan. Meski telah dihentikan kata dia, hingga saat ini pihak rekanan masih melaksanakan pekerjaan.

“Pelaksanaan pekerjaan semula sepertinya tidak sesuai spek yang ditentukan. Untuk menyesuaikan dengan spek saat ini, mereka masih laksanakan pekerjaan. Sepertinya ada konspirasi antara dinas kesehatan dengan kontraktor, sebab realisasi fisik saat masa kontrak tidak sesuai dengan dana yang sudah dicairkan,” ujarnya.

“Kami menduga material yang digunakan dalam pekerjaan ini tidak sesuai spek yang tertera dalam kontrak,” katanya.

Terhadap persoalan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao, drg. Suardy yang dihubungi wartawan via telepon mengatakan, pekerjaan pembangunan Puskesmas Pantai Baru menggunakan anggaran senilai Rp3 miliar dan dikerjakan oleh PT. Karya Sepakat Kita dengan Kuasa direktur atas nama Jefta Elim.

Baca Juga :  Jembatan cukup memrihatinkan, butuh penanganan segera

“Soal dugaan bahwa pekerjaan dilaksanakan tidak sesuai spek menjadi kewenangan konsultan perencana untuk mengeceknya di lapangan. Jadi Tanya langsung ke konsultan perencana dan pengawas lapangan saja,” katanya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button