Home / Populer / Rakor PDIP : Jokowi Capres jika PDIP tidak capai 25% suara sah

Rakor PDIP : Jokowi Capres jika PDIP tidak capai 25% suara sah

Bagikan Halaman ini

Share Button

1

 

 

Moral-politik.com : Hari ini, Rabu (29/1/2014) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) ke-III di Kantor DPP PDI-P di Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (29/1/2014).

Salah satu agenda penting yang dibahas adalah soal siapakah yang akan diusung sebagai calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) 2014-2019.

Sesungguhnya Rakor ini tidak perlu diadakan untuk agenda itu karena Rakornas sebelumnya telah menyerahkan mandat kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri guna menetapkan Capres dan Cawapres.

Sekretaris Jendral DPP PDI-P Tjahjo Kumolo yang membuka rapat mengungkapkan beberapa skenario yang bakal mereka jalankan dalam Pilpres 2014. Skenario pertama, jika mereka berhasil melewati ambang batas pencalonan presiden-wakil presiden, maka sudah ada dua nama di internal yang akan dipasangkan sebagai capres dan cawapres.

“Nama di internal yang selalu muncul dalam berbagai survei pilpres, siapa lagi kecuali Jokowi dan Bu Megawati,” ungkap Tjahjo.

Skenario kedua, lansir Kompas.com, tambah dia, jika suara PDI-P di Pemilu Legislatif tidak cukup untuk mengusung pasangan capres-cawapres sendiri, maka Jokowi akan dipasangkan dengan cawapres dari partai koalisi.

“Nah sekarang kalau koalisi, Jokowi pasangannya siapa, itu yang akan dipikir,” lanjut Tjahjo.

Kedua skenario itu, lanjut Tjahjo, sangat bergantung pada hasil Pileg. Oleh karena itu, untuk bisa menentukan capres ataupun cawapres, PDI-P masih menunggu hingga proses pileg selesai.

Dalam UU Pilpres, persyaratan ambang batas presiden, yakni 20 persen perolehan kursi DPR atau 25 persen perolehan suara sah nasional.

Tjahjo menambahkan, jika mesti berkoalisi, pihaknya ingin berkoalisi dengan partai yang mempunyai visi dan misi serupa dengan PDI-P. Oleh karena itu, PDI-P telah menjalin komunikasi dengan beberapa pimpinan partai.

Baca Juga :  PUSAKA : Koalisi parpol menarik gerbong kosong

“Kita sudah bertemu dengan Nasdem, Bu Mega berdialog intensif dengan Yusril (Izha Mahendra, Ketua Dewan Syuro PBB) sebelum keputusan MK (uji materi UU Pilpres), lalu Pak Sutiyoso (Ketua Umum PKPI), kemudian Pak Hatta (Ketua Umum PAN), juga dengan Pak Suryadharma (Ketua Umum PPP),” pungkas Tjahjo.

Seperti diberitakan, selama ini PDIP belum secara terbuka mengungkap bakal capres yang akan diusung. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai pemegang mandat untuk menetapkan capres-cawapres menyebut pihaknya akan menetapkan capres setelah Pileg.

Berdasarkan hasil survei berbagai lembaga survei, elektabilitas Jokowi sebagai capres selalu teratas. Jokowi tak pernah mau mengomentari pencapresan.

Nah, kalau apa yang dikatakan Tjahyo itu bisa dipegang, sama dengan jika masyarakat menginginkan Jokowi Capres maka tidak perlu capek-capek memperjuangkan agar PDIP dapat suara 25 persen, atau 20 persen kursi di DPR, sebab dengan begitu Jokowi bakal jadi Capres.

Selangkah lagi Jokowi Capres….(erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button