Home / Sport / Rekayasa data, Dinas PPO periksa Kepsek TK Talitakumi

Rekayasa data, Dinas PPO periksa Kepsek TK Talitakumi

Bagikan Halaman ini

Share Button

17ilustrasi

 

Moral-politik.com : Dinas Pendidikan Pemudah dan Olahraga Kabupaten Timur Tengah Selatan akan meminta keterangan lebih lanjut terhadap Beny Fobia yang mengaku sebagai Kepala Sekolah TK Talitakumi Bonle’u.

Pasalnya, meski tidak ada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), namun Beny Fobia merekayasa data untuk mencairkan insentif. Demikian Kepala Dinas PPO TTS Aba  Anie, saat dikonfirmasi diruang kerjanya Sabtu (17/1/2014).

Aba Anie menjelaskan, setelah Kepala UPT Mollo Utara Ferdinan Dama, memantau KBM pada TK tersebut maka akan disampaikan laporan tertulis karena sementara baru laporan lisan dan Dinas PPO sudah penggil yang bersangkutan untuk pemeriksaan biasa.

Setelah dilaporkan data riil dari Kepala UPT, tegas Aba Anie akan diambil keputusan untuk BAP yang dikenakan Peraturan Pemerintah (PP) 53 tentang kedsiplinan, juga akan cantumkan pasal pelanggaran.

Lebih lanjut Aba Anie menegaskan, kepala PNFI akan mengeluarkan surat panggilan terhadap dua orang guru yang menerima insentif sebesar Rp 2.400.000 untuk dikembalikan ke kas daerah karena KBM tidak berjalan tetapi data direkayasa oleh Beny Fobia.

Kepala PNFI Dinas PPO TTS, Johanis Telnoni mengaku pihaknya sudah mengambil keterangan namun masih dalam tahap keterangan biasa dari Beny Fobia yang adalah salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada SD GMIT Bonle’u yang merangkap Kepala Taman Kanak-Kanak (TK) Talitakumi Bonle’u, juga bendahara dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), namun sudah sembilan bulan sejumlah guru honor belum diberikan gaji.

Menurut Johanis, saat dimintai keterangan Beny Fobia mengaku bahwa dirinya adalah perintis TK Talitakumi Bonle’u sehingga ia bertindak sebagai kepala TK tetapi tanpa dasar yang kuat yaitu sebagai penanggung jawab, menurut Beny Fobia saat pendaftaran siswa sebanyak 41 orang namun yang aktif hanya 15 orang sedangkan yang lain tidak aktif.

Baca Juga :  Rote : DPRD Kesal Meniadakan Dana Bergulir

Meski TK Talitakumi Bonle’u yang dipimpin oleh Beny Fobia tanpa siswa, namun data direkayasa untuk mencairkan insentif kepada dua orang guru pendidik pada TK tersebut per bulan Rp 200.000 yang dibayar dalam satu tahun sebesar Rp 2.400.000 pertahun.

Dua orang tenaga pendidik tersebut diantaranya Marteda Ollin dan Mesak Tefa yang sudah diberikan insentif sebesar Rp 2.400.000 karena menurut Beny ada 15 siswa yang aktif,” jelas Johanis. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button