Home / Populer / Rizal : SBY kenalkan tradisi ‘senjata baru’ yaitu Somasi!

Rizal : SBY kenalkan tradisi ‘senjata baru’ yaitu Somasi!

Bagikan Halaman ini

Share Button

7

 

 

Moral-politik.com : Tokoh yang sudah malang melintang di dunia politik sejak zaman Orde Baru (orba) ini sesumbar bahwa dirinya tidak takut disomasi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tentu saja mantan Menteri Keuangan era Presiden Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli pernah dipenjara pada saat menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1978. Saat itu, dia mengikuti demonstrasi menentang kebijakan pemerintah orde baru.

“Pendudukan kampus ITB hampir tiga bulan oleh tentara,” kata Rizal di Gedung Joeang, Jakarta, Senin 27 Januari 2014. Saat itu kata Rizal, pangkat SBY masih jadi kapten.

Rizal menuturkan rezim orde baru sering menggunakan senjata untuk meredam gerakan mahasiswa. Selain itu, mereka juga membredel sejumlah koran yang memberitakan gerakan mahasiswa.

“Kami ditangkap, dipenjara militer empat bulan, dipenjarakan di Sukamiskin satu tahun lebih,” ujarnya, lansir Viva.co.id.

Meski demikian, Rizal dan kawan-kawan tidak berhenti melawan. Akhirnya, advokat senior Adnan Buyung Nasution, bersedia menjadi salah satu pembela mereka.

“Menyampaikan pendapat hal yang biasa tapi bukan untuk rezim Orba. Mereka sangat represif,” ujarnya.

Saat ini menurut Rizal, dia kembali mendapatkan perlakuan ‘represif’ dari penguasa, yakni Presiden SBY dalam bentuk somasi. Rizal pun siap menghadapinya.

“Presiden SBY mengenalkan tradisi, senjata baru, menakut-nakuti orang yang berbeda pendapat. Tapi saya biasa diadili, dipenjara oleh Rezim Orba,” katanya.

Untuk diketahui, tim advokat dan konsultan hukum Presiden SBY, Palmer Situmotang dan Hafzan Taher, mensomasi Rizal atas pernyataannya di satu stasiun televisi swasta terkait skandal Bank Century. Mereka menilai Rizal sudah memberikan keterangan tidak benar, melukai, dan menyerang kehormatan SBY yaitu menyebutnya menerima gratifikasi. (eh)

Baca Juga :  "ARB Gate" mendampak positif bagi Priyo Budi Santoso?

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button