Home / Populer / Keren!! Sutan punya rumah mewah di Bogor

Keren!! Sutan punya rumah mewah di Bogor

Bagikan Halaman ini

Share Button

5

 

 

Moral-politik.com : Siapa yang pernah mengira salah satu petinggi Partai Demokrat ini punya rumah mewah, sehingga mengundang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menggeledahnya?

Dia adalah Sutan Bhatoegana, Ketua Komisi VII DPR yang sepekan lalu KPK menggeledah ruangan kerjanya. Setelah itu, Tim KPK menggeledah rumah Sutan Bhatoegana pada Kamis, 16 Januari 2014. Penggeledahan itu terkait uang dolar di brankas Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Waryono Karno dan dana tunjangan hari raya buat anggota Komisi VII DPR dari SKK Migas. Pada hari yang sama dengan penggeledahan itu, Waryono yang kini sudah pensiun, ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK. Dia disangka terlibat dalam kasus suap Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dan tunjangan hari raya Dewan.

Sutan punya rumah mewah di Perumahan elit Vila Duta Jalan Sipatahunan 26, RT 08/14, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Anehnya, pembayaran pajak setiap tahunnya masih menggunakan nama PT Pionir, bukan atas nama Sutan Bhatoegana.

Lurah Baranangsiang Dudi Fitri Rustandi ketika ditemui Tempo, Kamis, 23 Januari 2014, di kantornya menuturkan, berdasarkan data yang dimilikinya, data pembayaran pajaknya masih atas nama PT Pionir, dan itu pun pajaknya masih menggunakan pajak tanah yang masih berupa kapling belum berikut pajak bangunan.

Menurut dia, tanah tersebut tercatat dengan register nomer 1310-140-030-0. Besaran pajak tanah yang harus dibayarkan oleh pemilik setiap tahun sebesar Rp 6,6 juta. “Kalau Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di perumahan tersebut berkisar Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per meter,” kata dia.

Namun, harga jual tanah di daerah atau perumahan tersebut mencapai Rp 10 juta – Rp 15 juta per meter, bahkan bisa lebih mahal karena daerah tersebut termasuk kawasan perumahan elit dan mewah di Kota Bogor, jadi transaksinya selalu berdasarkan harga pasaran tanah, “Namun, kami tidak bisa tahu harga pasti tanah di sana karena jika melakukan transaksi jual beli langsung melalui notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah, jadi susah terlacak ” kata Lurah.

Baca Juga :  Di Kali Sunter, Ahok dikawal Tiga Penembak Jitu

Tapi, kata dia, pemilik tanah atau rumah biasanya tidak membayar pajaknya ke kantor kelurahan atau pemda, melainkan sudah melalui bank. “Mereka kan orang-orang sibuk dan tidak mau antre makanya mereka bayar pajak setiap tahunya langsung ke bank,” kata dia.

Tim KPK menggeledah rumah Sutan Bhatoegana pada Kamis, 16 Januari 2014. Penggeledahan itu terkait uang dolar di brankas Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Waryono Karno dan dana tunjangan hari raya buat anggota Komisi VII DPR dari SKK Migas. Pada hari yang sama dengan penggeledahan itu, Waryono yang kini sudah pensiun, ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK. Dia disangka terlibat dalam kasus suap Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dan tunjangan hari raya Dewan.

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button