Home / Populer / Saya, Anies Baswedan, Jokowi, dan kamu (1)

Saya, Anies Baswedan, Jokowi, dan kamu (1)

Bagikan Halaman ini

Share Button

9

 

 

Moral-politik.com : Indonesia berduka. Impian berhari-hari lamanya agar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) diusung oleh PDIP sebagai calon presiden (Capres) 2014-2019 ditolak mentah-mentah, tapi dengan diplomasi politik yang belum terlalu elok.

Pada forum Rakornas-III PDIP selama dua hari, pada akhirnya kelaziman demokrasi dalam tubuh partai politik milik perseorang semakin menyata dan membumi.

Jokowi yang tiada bandingnya dari segi kejujuran, spirit dan punya konsep-konsep brilian untuk merubah dunia bernama Indonesia tak tersingkirkan apa-apa, tapi jutaan pendukung Jokowi yang kini sudah menggurita  laksana sel dalam darah di Persada Nusantara ini kecewa stadium tinggi, sekaligus mendendami sinetron lama di tubuh PDIP yang ditayang ulang untuk kesekian kalinya.

Tidak hanya itu kesilauan mata hati para petinggi di partai yang selalu berkoar-koar sebagai partainya wong cilik, partai bersih dari KKN, partai yang menjalankan prinsip-prinsip demokrasi secara baik dan benar. Bahkan si Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan pun harus diminta belajar ulang lantaran pernyataannya tak dianggap sama sekali.

Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan menyebut, tokoh-tokoh lama yang saat ini digadang maju sebagai calon presiden sebagai “para pemimpin daur ulang” atau “recycled leaders”. Menurut dia, tidak ada perubahan tawaran baru yang diberikan kepada para tokoh lama ini. Oleh karena itu, Anies yakin bahwa Pemilu 2014 akan menjadi ajang bagi pemimpin muda unjuk gigi dengan ide-ide segar.

“Recycled leaders sudah terlalu lama. Ini era demokrasi dan kita sekarang bagian dari global community. Kita bukan mencari pemimpin yang mencari masalah, sementara saat ini pendekatannya cenderung seperti itu, tidak ada bedanya,” ujar Anies saat berdiskusi dengan redaksi Kompas.com, Rabu (29/1/2014), lansir Kompas.com.

Baca Juga :  3 Partai Dukung Ahok, Apakah Tetap Tempuh Jalur Independen ??

Saat ditanyakan siapakah recycled leaders yang dimaksudnya? Anies pun berseloroh. “Ya itulah, yang maju berkali-kali, tapi nggak menang-menang,” ujarnya tertawa.

Anda tahu siapa yang dimaksudkan oleh si tokoh muda yang sesungguhnya sangat layak berpasangan dengan Jokowi ini? Hmmmm, diisi sendiri, sebab tak elok lagi jika semuanya dibuka vulgar; buka dikit-dikit lebih menegangkan plus memesona.

Lalu apa kejujuran lainnya dari si Rektor? Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat itu menyadari bahwa tokoh-tokoh lama ini masih cukup memiliki dukungan dalam survei. Namun, Anies mengutarakan bahwa keberadaan tokoh itu tak akan ada apa-apanya jika dibandingkan dengan elektabilitas Jokowi yang membenamkan semuanya.

“Sebesar apa pun Pak Ical, tapi Pak Jokowi ini beyond. Semua kecil jika dibandingkan Jokowi,” imbuhnya.

Si Rektor melanjutkan, masih banyaknya tokoh lama yang maju sebagai calon presiden. Menurut Anies, tak lepas dari persepsi masyarakat tentang politik yang begitu buruk. Dia menuturkan, generasi muda yang hadir pada masa Orde Baru, di dalam pikirannya, sudah tertanam untuk tidak mau mengurusi politik. Generasi saat ini, sebut Anies, melihat partai politik sebagai sebuah formalitas belaka.

“Terjadi penurunan. Ini berbeda dengan orang-orang generasi saya, yang merasakan masa transisi Orde Lama ke Orde Baru. Bagaimana parpol berperan sehingga generasi saya bisa dibilang lebih sensitif terhadap politik,” kata pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat, 7 Mei 1969, ini. (bersambung)

 

Penulis : Vincentcius Jeskial Boekan

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button