Home / Sejarah / Sekilas sejarah Tana Ngada (1)

Sekilas sejarah Tana Ngada (1)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Rumah Adat di Riung, Ngada(1)

Moral-politik.com : Banyak diantara kita yang melupakan sejarah atau bahkan tidak tahu tentang sejarah. Padahal, sejarah amat penting buat menyadarkan kita, sekarang kita ada di mana, kemarin kita dari mana dan kira-kira akan kemana kita kelak.

Untuk itu, tak salah jika kita sedikit kembali menengok kebelakang untuk mengetahui sejarah tana Ngada, seperti dikutip dari situs ngada.org berikut:

Tahun 1950
Pada masa pemerintahan Negara Indonesia Timur, pulau Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba serta Timor dan kepulauannya telah merupakan “daerah” (menurut pengertian dalam UUDS 1950), yaitu Daerah Bali, Daerah Lombok, Daerah Sumbawa, Daerah Flores, Daerah Sumba dan Daerah Timor dan kepulauannya.

Kemudian dibentuk Propinsi Administratip Sunda Kecil yang meliputi Daerah-Daerah tersebut (PP 21/1950). Propinsi Sunda Kecil terdiri dari Sunda Kecil Barat (meliputi ex keresidenan Bali dan Lombok) dan Sunda Kecil Timur (meliputi wilayah ex Keresidenan Timor dan pulau-pulau sekitarnya).

Tahun 1954
Nama “Sunda Kecil” diubah menjadi Nusa Tenggara (UU Drt 9/1954) sehingga ‘Sunda Kecil Barat’ menjadi “Nusa Tenggara Barat” dan ‘Sunda Kecil Timur’ menjadi “Nusa Tenggara Timur”.

Di dalam lingkungan Propinsi Administratip Nusa Tenggara, berbagai Daerah tersebut berjalan sebagai Daerah-daerah yang berhak mengatur rumah tangganya sendiri berdasarkan peraturan yang berlaku baginya (“Daerah-Statuut” jo. UU NIT 44/1950).

Tahun 1957
Dengan berlakunya UU 1/1957 mulai dilakukan upaya untuk membentuk daerah-daerah otonom sesuai dengan amanat UUDS 1950. Upaya ini diawali oleh Pemerintah dengan membentuk Panitia Pembagian Daerah (Keppres 202/1956) yang melaporkan hasil peninjauannya mengenai daerah Nusa Tenggara.

Ini diikuti pula dengan kunjungan langsung oleh Menteri Dalam Negeri ke daerah tersebut untuk mendengar secara langsung aspirasi rakyat di Nusa Tenggara. (ale)

Baca Juga :  Gugatan Predikat Pahlawan Wanita Kepada RA Kartini

bersambung

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button