Home / Sejarah / Sekilas sejarah Tana Ngada (2)

Sekilas sejarah Tana Ngada (2)

Bagikan Halaman ini

Share Button

4upacara adat reba

Moral-politik.com :  Tahun 1958. Berdasarkan laporan dari Panitia dan Menteri tersebut kemudian keluar UU 64/1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Pembentukan daerah-daerah tingkat I ini dilakukan dengan memperhatikan otonomi yang secara historis sudah ada di “daerah-daerah” di Nusa Tenggara. Daerah tingkat I yang dibentuk adalah:
1. Daerah tingkat I Bali meliputi wilayah “Daerah Bali”.
2. Daerah tingkat I Nusa Tenggara Barat meliputi wilayah:
– a. “Daerah Lombok”
– b. “Daerah Sumbawa”
3. Daerah tingkat I Nusa Tenggara Timur meliputi wilayah:
– a. “Daerah Flores”
– b. “Daerah Sumba”
– c. “Daerah Timor” dan kepulauannya.

Selanjutnya pada tahun 1958 itu juga dibentuk daerah-daerah tingkat II yang merupakan bagian dari daerah-daerah tingkat I tersebut (UU 69/1958). “Daerah-daerah” tersebut di atas dibubarkan dan diubah statusnya menjadi Daerah tingkat II. “Daerah-daerah” itu sebelumnya merupakan daerah-daerah swapraja yang saat itu termasuk di dalam wilayah “Daerah-daerah” tersebut.

“Daerah Flores” yang dulu dibentuk dengan Peraturan Pembentukan Negara Indonesia Timur (Stb 1945-143) terdiri dari:
1. Wilayah Daerah Swapraja Manggarai.
2. Wilayah Ngada, meliputi Daerah Swapraja: Ngada, Nagekeo, dan Riung.
3. Wilayah Daerah Swapraja Sikka.
4. Wilayah Ende, meliputi Daerah Swapraja: Ende dan Lio.
5. Wilayah Flores Timur, meliputi Daerah Swapraja: Larantuka dan Adonara.

Dengan UU 69/1958 berbagai wilayah daerah swapraja di pulau Flores ini diubah statusnya menjadi daerah tingkat II (kabupaten) dalam wilayah daerah tingkat I (propinsi) Nusa Tenggara Timur sebagai berikut:
Daerah Tk II     Pusat
1. Manggarai
2. Ngada
3. Sikka
4. Ende
5. Flores Timur    (Ale)

bersambung

Baca Juga :  Jokowi Mencium Kudeta Merangkak Jusuf Kalla?

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button