Home / Sport / Sepasang suami-istri di TTU sekarat dibacok pencuri

Sepasang suami-istri di TTU sekarat dibacok pencuri

Bagikan Halaman ini

Share Button

TTU 2ilustrasi

 

 

Moral-politik.com : Karena memergoki aksi segerombolan pencuri yang hendak mencuri ternak, sepasang suami-istri di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang hendak menghalau aksi pencuriaan itu justru sekarat bersimbah darah dibacok kawanan pencuri tersebut.

Peristiwa naas itu dialami Nikolas Nuban (48) dan Petronela Kosat (43). Nikolaus Nuban, saat ditemui wartawan di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Kefamenanu menuturkan, aksi yang menimpanya terjadi pada Minggu (19/1/2014).

Saat itu sekitar pukul 23.00 Wita, ada gonggongan anjing miliknya dari belakang rumahnya. Karena ada bisingan suara Nikolas lalu berusaha mengintip lewat lubang dinding itu untuk memastikan siapa pengunjung yang bertandang kerumahnya.

“Saya intip keluar ada orang berdiri di samping dapur pakai celana pendek. Saya lalu tegur dan keluar untuk cari tahu siapa yang datang tengah malam dirumah saya. Sementara isteri saya didalam rumah saja,” kisahnya.

Nikolaus mengisahkan saat hendak keluar rumah tiba-tiba ternak ayam miliknya sontak ribut bahkan ada seseorang yang kabur dari sudut dapurnya. Nikolaus pun terus berjalan menuju dalam dapur, dirinya kaget ternyata  ada lagi seseorang yang berdiri disamping rumah. Saat itu sempat menegurnya tapi tidak jawab sehingga mengayunkan kepalan tinju kewajah pelaku dan sempat terjatuh.

“Saya tegur tapi tidak jawab sehingga saya langsung pukul kasih jatuh pencuri itu. Tapi saya tidak tahu mereka mau curi ayam atau ada niat jahat untuk bunuh kami sekelurga,” kisah Nikolas.

Rupanya setelah menghajar salah satu pencuri tiba-tiba dari belakang Nikolas mendapat bacokan parang dibagian kepala bagian kiri sehingga harus terjatuh bersimbah darah.

Saat bersamaan sang isteri Petronela berteriak histeris dan minta tolong karena juga terkena bacokan di dalam rumah. Rupanya saat dirinya ditebas pakai parang, ada kawanan pencuri lainnya justru mendatangi isterinya dan melakukan pembacokan.

Baca Juga :  Kepala Sekolah SMKN 1 Puji Walikota Kupang

Usai membacok pasangan suami isteri ini, kawanan langsung kabur meninggalkan kedua korban. Saat kejadian hanya kedua korban yang berada di rumah, karena jumlah kawanan pencuri banyak sehingga tidak mampu melakukan perlawanan terhadap gerombolan pencuri.

Kedua korban baru mendapat pertolongan dari warga tetangga setelah mendengar teriakan histeris dan jeritan kesakitan berulangkali. Saat tiba para pelaku sudah kabur berselang beberapa menit usai aksi pembacokan itu.

Akibat bacokan itu, korban Nikolaus Nuban menderita luka dikepala bagian kiri sehingga harus mendapat lima jahitan. Sementara Petronela Kosat isteri Nikolas Nuban, mengalami empat bacokan dibagian pergelangan tangan kiri sehingga mendapat 16 jahitan. Disekitar jari kelingking mendapat 22 jahitan selain itu terdapat juga luka sayatan sebanyak dua garis dibagian perut.

Kapolres TTU, AKBP I Gede Mega Suparwitha  melalui Kasubag Humas, Iptu Sefnat S. Y. Tefa diruang kerjanya, Senin (20/1/2014) mengaku saat mendapatkan laporan terkait aksi serangan kawanan pencuri, pihaknya langsung terjun ke lokasi dan melakukan oleh TKP.

Sejumlah barang bukti sudah diamankan polisi. Sementara kedua korban belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya masih kritis. Kedua korban baru akan dimintai keterangan jika kondisinya sudah pulih.  Sehingga untuk sementara para saksi yang ada di sekitar TKP dimintai keterangannya.

“Kita sementara dalami kasus itu untuk mengetahui sebab kedua korban dibacok,” tandasnya.

Sefnat juga menuturkan wilayah Kecamatan Noemuti Timur selama ini dikenal sangat rawan terjadinya kasus pencurian yang sering dilakukan kawanan teku. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button