Home / Gosip / Soal “The Warren Buffett Way” (1)

Soal “The Warren Buffett Way” (1)

Bagikan Halaman ini

Share Button

buffett(1)
   

 

Moral-politik.com : Dari sejumlah buku dan ratusan naskah tentang Warren Buffett yang dibaca penulis, judul di atas merupakan penggambaran paling pas untuk sang superinvestor.

Judul ini pula menjadi judul buku Robert G Hagstrom. Majalah Forbes menobatkan Warren Buffett sebagai orang terkaya dunia 2008, dengan total kekayaan US$ 62 miliar (setara Rp 542 triliun).

Jalan yang ditempuhnya untuk meraih kekayaan adalah jalan kesederhanaan. Kepiawaian Buffet dalam berinvestasi, justru terletak pada kesederhanaan. Ia hanya berinvestasi di bidang usaha yang dimengerti.

Kini kita hidup dalam dunia di mana mayoritas konglomerat dunia adalah produk American Dream, kaya mendadak. Memulai debut bisnis (mendirikan perusahaan), menjual saham di bursa, kemudian menjadi konglomerat.

Sedangkan Buffett, secara konservatif membeli saham perusahaan yang sudah berjaya atau mempunyai prospek/tradisi bagus, dengan keyakinannya menjauhi spekulasi dan saham- saham teknologi.

Apakah ini pertarungan dua “ideologi” dalam bentuk lain? Pertanyaan ini layak dilontarkan. Sebab, pada saat yang sama, kita sedang menyaksikan “siaran langsung” di mana Tiongkok akhirnya melepas mata uangnya ke pasar. Tidak lagi dipatok terhadap dolar AS. Tiongkok tidak lagi menentang ekonomi pasar meski masih tetap menonjolkan aspek pengelolaan oleh negara.

Dunia sedang “demam konservatif” ala Buffett. Tak terhitung lembaga pendidikan yang menawarkan kursus investasi ala Buffett. Tak terhitung keuntungan orang dengan menjual nama Buffett.

Untuk makan siang bersama Buffett, tiket tak kurang dari US$ 500.000 (Rp 4,69 miliar) per orang, terjual habis. Semua ini, seakan menjadi kebangkitan kembali (revival) konservatisme dalam bursa saham. (bersambung)

 

Oleh : Sihol Manullang, Pempred baranews.co

Baca Juga :  Katanya Mereka Ini Pernah Dekat dengan Ariel… (2)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button