Home / Gosip / Soal “The Warren Buffett Way” (2)

Soal “The Warren Buffett Way” (2)

Bagikan Halaman ini

Share Button

buffett(1)
Inverstor Nilai

Warren Buffett adalah investor nilai. Investor yang berani membeli saham suatu perusahaan jauh di atas harga pasar, jika nilai intrinsik perusahaan itu memang jempolan.

Akhir tahun 2000, Berskhire Hathaway, perusahaan investasi Buffett, mengakuisisi 87 persen saham Shaw Industries di harga US$ 19/saham, padahal harga pasar hanya US$ 12,19/saham. Buffett membeli dengan harga 56 persen lebih tinggi dari harga pasar.

Dengan membayar nilai seperti ini Buffett justru menuai untung besar. Tahun 1994, ia membeli 32 persen saham Coca Cola senilai US$ 12,4 miliar, tahun 2004 nilainya sudah menjadi US$ 60 miliar.

Intisari penilaian Buffett terhadap suatu perusahaan adalah nilai. Maka, strategi Buffett adalah membeli dan bertahan. Dia bukan seperti George Soros yang murni spekulan, yang setiap saat bisa pergi kalau sudah memperoleh capital gain.

Spekulasi besar-besaran gaya Soros seperti pada 15 September 1992 (yang dikenal sebagai “Rabu Hitam”), tatkala Soros meraup keuntungan hampir US$ 2 miliar dalam sehari, sungguh jauh dari wilayah pemikiran Buffett.

Setelah Bill Gates 13 tahun bertengger sebagai orang terkaya di dunia, pada tahun 2008 posisinya digeser Buffett. Kekayaan Gates tahun 2007, menurut Forbes, hanya naik US$ 2 miliar menjadi US$ 58 miliar. Sedangkan kekayaan Buffett naik US$ 10 miliar menjadi US$ 62 miliar.

Berbeda dengan konglomerat dunia lainnya, Buffett tidak mendirikan perusahaan sejak awal hingga besar macam William Gates III (Bill Gates), tetapi membeli saham perusahaan-perusahaan yang sudah mempunyai tradisi manajemen yang baik. Orang lain mendirikan dan mengembangkan, Buffett membeli sahamnya dan memolesnya sehingga lebih cemerlang. (bersambung)

Baca Juga :  VIDEO: Dewi Perssik buka suara, Sandiaga Uno sempat minta Depe buka baju di Bali

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button