Home / Populer / Sudjadnan sebut SBY dan JK tahu Rp 43 triliun

Sudjadnan sebut SBY dan JK tahu Rp 43 triliun

Bagikan Halaman ini

Share Button

2

 
Moral-politik.com : Mantan Sekjen Kemlu Sudjadnan Parnohadiningrat memberikan keterangan pers yang menggegerkan usai diperiksa oleh tim penyisik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (8/1/2014 di Jakarta.

Sudjadnan menyebut nama Jusuf Kalla dan Susilo Bambang Yudhoyono tiba-tiba disebut. Sudjadnan yakin SBY dan JK mengetahui dirinya telah berjasa menguntungkan negara mencapai Rp 43 triliun, saat menjadi Ketua Panitia Konferensi Internasional.

Tersangka kasus dugaan korupsi penggunaan anggaran mantan Sekjen Kemlu Sudjadnan Parnohadiningrat menuturkan lebih lanjut bahwa dirinya ingin di antara kalian (wartawan) yang mewawancarai Pak JK, beliau tahu betul. Karena apa? Karena saya dengan Beliau (JK) dan Pak SBY mencarikan duit untuk negara ini Rp 43 triliun, konferensi mengenai tsunami. Saya ini ketua panitia,” ujar Sudjadnan usai diperiksa, Rabu (8/1).

Menurut Sudjadnan, lansir Merdeka.com, JK dan SBY mengetahui betul salah satu konferensi yang digelar tahun 2004-2005 yakni konferensi internasional terkait tsunami Aceh. Sebab, JK dan SBY saat itu menjadi pemimpin di negeri ini. Ketika penyelenggaraan acara itu berlangsung, Sudjadnan yang menjadi Ketua Konferensi Internasional, juga menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) sekaligus Sekjen Kemlu.

Mantan duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat itu mengklaim tidak ada kasus korupsi yang keuntungan negaranya 3 kali lipat dari kerugian negaranya. Kerugian negara dari kasus ini nilainya Rp 18 miliar.

“Saya hanya mau bilang tidak ada aliran dana, belum pernah ada perkara ketika kerugian negara, keuntungan negara itu 3.000 kali dari kerugian,” ujarnya.

Meski demikian, Sudjadnan mengakui dirinya salah dalam hal administrasi. Dia siap bertanggung jawab karena perintah pastinya berasal darinya lantaran menjadi Ketua Panitia dan PPK.

“Saya ada kesalahan saya akui. Tapi oke dengan kesalahan saya itu telah terjadi 17 kali konferensi internasional di antara 17 kali itu ada dua konferensi yang menghasilkan duit untuk negara itu sumbangan asing. Jumlahnya nggak tanggung-tanggung USD 4,2 miliar,” bebernya.

Baca Juga :  Warga Desak Dinsos Kota Kupang Mengurus Orang Gila di Jalanan

Namun, Sudjadnan mengatakan JK tidak mengetahui soal pendanaan yang digunakan untuk acara tersebut. JK dan SBY hanya tahu tentang hasil konferensi berupa uang yang diterima negara dari sumbangan peserta konferensi.

Ketika ditanya apakah KPK perlu memanggil SBY dan JK, Sudjadnan menyerahkan ke KPK. “Itu terserah KPK. Kalau (penggunaan) pendanaan saya bertanggung jawab,” ujarnya.

“Saya tegak kepala saya bertanggung jawab. Saya tidak makan uang, tidak ada aliran dana, tapi perintah saya mungkin salah. Masalahnya tidak ada kasus korupsi di mana yang dituduh tadi berjasa bagi negara menghasilkan Rp 40 triliun,” tandasnya.

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button