Home / Populer / Suharto : Kebijakan Jokowi 25 bus Tingkat Pariwisata, bukan hal mendesak

Suharto : Kebijakan Jokowi 25 bus Tingkat Pariwisata, bukan hal mendesak

Bagikan Halaman ini

Share Button

papa

 

 

Moral-politik.com : Pakar Transportasi Suharto Abdul Majid kurang setuju dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk mengoperasionalkan 5 bus Wisata DKI Jakarta dengan nama Bus Tingkat Pariwisata City Tour, yang telah diimpor dari negeri Tiongkok, dari rencana sebanyak 25 bus pada tahun 2014 ini.

Demikian kata Suharto ketika dihubungi Moral-politik.com melalui SMS, Kamis (16/1/2014).

Suharto menuturkan, dirinya kurang setuju oleh karena kebijakan Jokowi itu bukanlah hal yang mendesak dan penting.

“Utamakan dulu hal-hal yang prioritas, dalam hal ini pembenahan dan penetapan serta penataan publik transport, jalan, park n ride, pedestrian, BKT, BKB, manajemen banjir, dan penataan kota,” urai Suharto.

Suharto juga melihat hal cukup mendesak yang patut dipertimbangkan oleh Jokowi, yaitu budaya pelayanan, sehingga tercipta Kota Jakarta sebagai Kota Ramah dan Berbudaya.

“Kita gak bisa ngejar seperti di SIN dalam waktu singkat, butuh min 10 tahun ke depan seperti di sana!” pungkas dia.

Sebagaimana diketahui, pada hari ini, Kamis (16/1/14) pukul 12.15 wib Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, meresmikan beroperasinya 5 Busa Pariwisata di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Saat peresmian bus wisata, Jokowi menyebut bus tersebut dengan nama Bus Tingkat Pariwisata City Tour.

Rencanaya bus tingkat yang berkapasitas 60 orang tersebut akan didatangkan 20 unit lagi, jadi total ada 25 bus tingkat pariwisata yang akan beroperasional di Jakarta. (erny)

Baca Juga :  "Hatta akan jelaskan Deal KIH dan KMP di DPR?"

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button