Home / Populer / Tabir korupsi di tubuh KPK bakal terkuak lebar

Tabir korupsi di tubuh KPK bakal terkuak lebar

Bagikan Halaman ini

Share Button

18

 

 

Moral-politik.com : Citra Komisi Pemberantasan Korupsi bakal tercoreng kembali setelah sekitar dua tahun bebas dari isu korupsi.

Sepertinya jika kasus ini melebar maka pintu akan menganga bagi kemungkinan adanya hal-hal semacam itu dalam tubuh KPK yang terlanjur dinilai masyarakat sebagai “Malaikat Penyelamat Uang Negara”.

Semuanya berawal dari kemauan baik mantan Ketua DPRD Jatim Fathorrasjid untuk mengungkap kasus korupsi dana hibah Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) dari Pemprov Jatim 2008, mulai berkembang. Ini setelah kasus itu bergulir dan diduga mulai menyentuh Wakil Ketua KPK, Zulkarnain, yang saat itu menjadi Kepala Kejati Jatim.

Ketika kasus P2SEM disidik dan sudah memeriksa pejabat Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Jatim dan Ketua DPRD Jatim periode 2004-2009, lansir Tribunnews.com, Fathorrasjid, Kepala Kejati Jatimnya memang masih dijabat Zulkarnain.

Seorang sumber yang menolak disebut namannya mengurai, memang saat itu ada upaya untuk menyelamatkan pejabat Pemprov Jatim agar tak ikut dipenjara karena kasus P2SEM.

Karena itu, petinggi Jatim berinisiatif untuk mendekati Kepala Kejati Jatim saat itu, Zulkarnain dengan dugaan menyuap. Hanya saja, sumber itu menolak mengurai nama petinggi Pemprov Jatim saat itu yang berinisiatif agar kasus P2SEM direkayasa.

Kemudian, petinggi Pemprov Jatim itu mencari orang yang bisa menembus Kajati Jatim untuk melobi, dan ketemulah dengan IS, rekanan yang biasa mengerjakan proyek-proyek pengadaan oleh Pemprov Jatim. IS diinformasikan punya kenalan di Kejaksaan Agung (Kejagung). Dari kenalannya di Kejagung itu, IS lalu melobi Kajati Zulkarnain dan sepertinya berhasil.

Setelah itu, sumber mengurai bahwa IS pada hari yang ditentukan, diatur pertemuan dengan Zulkarnain di kantor Kejati Jatim, Jl A Yani Surabaya. Dia mengaku lupa hari, tanggal dan bulan apa pertemuan terjadi.

Baca Juga :  Pemred dan mantan guru SMPN 2 Kupang bergaya di CFD Kota Kupang

Ke kantor Kejati, dia mengaku datang sendirian dengan membawa uang suap sebesar Rp 2,68 miliar tunai. “Saya tak ditemui Zulkarnain di ruang Kajati. Tapi uang itu diterima langsung oleh Zulkarnain di suatu tempat, masih di lingkup kantor Kejati Jatim,” ungkap IS seperti ditirukan sumber itu.

Hingga berita ini diturunkan, Tribunnews.com belum mendapat konfrimasi dari Wakil Ketua KPK Zulkarnain.

Ayo Pak Zulkarnain, enggak usah malu-malu kucing. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button