Home / Sport / Tahun 2013, jumlah oknum polisi bermasalah di NTT meningkat

Tahun 2013, jumlah oknum polisi bermasalah di NTT meningkat

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabid Penum) Mabes Polri, Ketut Untung Yoga menunjukan barang bukti berupa senjata api milik teroris saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta

 

 

Moral-politik.com : Tahun 2013 jumlah oknum anggota Polri di Polda NTT dan jajarannya  yang bermasalah mengalami peningkatan sebanyak 15,43 persen.

Sesuai  data pelanggaran  anggota Polda NTT dari  Bidang Pembinaan Personel menyebutkan, pelanggaran disiplin pada tahun 2013 sebanyak 344 kasus. Angka ini lebih tinggi dari pada angka tahun 2012 sebanyak 298 kasus.

Kapolda NTT Brigjen Pol Ketut Untung Yoga kepada wartawan di Mapolda NTT, Senin (30/12/2013)  mengatakan pelanggaran Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) tahun 2013 sebanyak 15 kasus, dibandingkan  tahun 2012 dengan 12 kasus, sehingga terjadi tren naik sebesar 25 persen.

Sedangkan, pelanggaran pidana, katanya,  yang dilakukan oleh oknum anggota Polda NTT tahun 2013 sebanyak tujuh kasus, lebih rendah dibandingkan tahun 2012 sebanyak 11 kasus, sehingga justru menunjukan trend penurunan hingga 41,66 persen.

“Tahun 2013, kasus yang melibatkan anggota polisi cukup meningkat hingga 15,43 persen, kasus itu pelanggaran kode erik,“ terangnya.

Menurut orang nomor satu di Polda NTT itu, dirinya telah berupaya secara maksimal dalam melakukan tugas dalam memberi perlindungan, pengayoman, pelayanan, Harkamtibmas, dan penegakan hukum serta dengan obyektif dan konsekuen melakukan tindakan tegas kepada oknum-oknum Polri yang terbukti melakukan penyimpangan.

“Nantinya kedepan, dengan didasari tekad dan komitmen yang kuat untuk mengabdi sebagai polisi pelayan pada era transparansi dan akuntabilitas publik, diharapkan semua pihak dan warga masyarakat secara langsung maupun tidak langsung dapat melakukan kerjasama pengawasan atas kinerja Polri, guna membangun Polri yang dipercaya dan memenuhi harapan masyarakat,” tandasnya.

Di sisi lainnya, kata dia, jumlah kasus korupsi yang hingga saat ini masih dalam proses penyidikan sebanyak 35 kasus, dengan jumlah tersangka sebanyak 37 orang, dan kerugian negara Rp 10.476.721.578, sedangkan uang yang terselamatkan sebesar Rp 31.020.000.

Baca Juga :  Ini hasil pleno pileg DPRD NTT di Manggarai Timur

Jumlah kasus korupsi, tuturnya, yang sudah diselesaikan mencapai puluhan dengan jumlah tersangka sebanyak 48 orang, dan kerugian negara Rp 13.450.845.644, serta uang yang terselamatkan sebesar Rp 825.157.273. Dengan demikian, terdapat 32 kasus yang berhasil dilengkapi atau P21 dan dilakukan pelimpahan tahap dua atau pelimpahan berkas, barang bukti dan tersangka kepada pihak Kejaksaan, sementara terdapat empat kasus korupsi yang di SP3 alias dihentikan penyidikannya. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button