13

                                                                                         ilustrasi rote ndao

Moral-politik.com  : Tembok penahan bantaran kali Toundao di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, runtuh seketika dan mengalami longsor akibat hujan deras melanda wilayah Kabupaten Rote Ndao selama beberapa hari terakhir.

Kejadian itu membuat warga yang bermukim disekitar kali Toundao kian resah, pasalnya warga yang berdomisili di RT.001/ RW.001, Kelurahan Namodale, Kecamatan Lobalain, khawatir kejadian yang sama akan terus terjadi.

Sebab tembok penahan yang rubuh tersebut patahannya mencapai 25 meter hingga ke rumah milik salah seorang warga di lokasi tersebut, Jakson Lette, Arifin Lette.

Salah seorang warga yang berhasil dikonfirmasi wartawan, Selasa (7/1) siang mengungkapkan, kejadian longsoran itu berlangsung, Sabtu (4/1) lalu.

Jeo Lette,  salah seorang warga di lokasi tersebut mengeluhkan, tembok penahan bantaran kali tersebut rubuh saat hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Rote Ndao.

“Setelah temboknya patah langsung terjadi longsor. Setelah kejadian itu kami secara bergotong royong membersihkan daerah di sekitarnya agar aliran air tidak terganggu sehingga tidak menimbulkan longsor yang lebih parah lagi,” katanya.
Ditambahkannya, tembok yang rubuh itu kemungkinan disebabkan karena usia tembok yang cukup tua sehingga saat hujan deras langsung rubuh.

“Kami akan melaporkan kejadian ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rote Ndao serta lurah,” katanya.

Menghindari terjadinya persoalan yang lebih besar, pihaknya berharap agar Pemkab Rote Ndao beri perhatian serius untuk memperbaiki tembok yang rubuh tersebut.

“Kami dan warga sekitar yang bermukim di sekitar bantaran kali ini sangat berharap adanya perhatian pemerintah untuk memperbaikinya sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih parah lagi,” harapnya. (lima)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

99 − 93 =