Home / Sport / Terlibat korupsi, Kepsek SMPN 2 Nggaha Ori Angu ditahan

Terlibat korupsi, Kepsek SMPN 2 Nggaha Ori Angu ditahan

Bagikan Halaman ini

Share Button

Limpah(2)

Moral-politik.com : Yakobus Lidimara selaku Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 2 Nggaha Ori Angi, Kabupaten Sumba Timur, ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Waingapu karena terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana program block grant pembangunan USB SMP Tahun 2008 senilai Rp 1.500.182.500.

Saat ini tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kals II B Kupang setelah dikirim dan dikawal secara ketat oleh Kejari Waingapu. Tersangka dikawal oleh Jaksa Nur EkaFirdaus, Andhika Prima Sandhy, Fredy dan Agung Wira Anom.

Nur Eka Firdaus yang ditemui moral-politik.com, Jumat (17/1/2014) di Pengadilan Tipikor Kupang mengatakan tersangka ditahan terkait kasus  dugaan korupsi dana program block grant pembangunan USB SMP Tahun 2008 senilai Rp 1.500.182.500.

Saat ini, kata dia, tersangka telah ditahan di Rutan Klas II B Kupang  untuk menjalani masa tahanan selama 20 hari. Selain itu pihaknya langsung melimpahkan berkas kasus trersebut di Pengadilan Tipikor Kupang yang diterima oleh Panmud Tipikor Kupang, Andreas Benu.

“Saat ini tersangka sudah ditahan di Rutan Klas II B Kupang dan barang bukti serta berkasnya langsung dilimpahkan ke Pengadilan Tipikot Kupang,“ katanya.

Dalam kasus itu, katanya, tersangka membuat kwitansi fiktif untuk pembayaran tukang dan membeli bahan bangunan lokal dengan cara melakukan mark up harga bahan bangunan.

Selain itu, lanjutnya, tersangka juga membuat kwitansi fiktif untuk pembayaran pengadaan kayu yang mana hal itu tidak sesuai dengan petunjuk dan pengelolaan dalam kontrak.

Dalam kasus itu, katanya, perbuatan terdakwa telah melawan hukum dengan memperkaya diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi dengan merugikan keuangan negara sebesar Rp 139.325.318.

Firdaus menjelaskan dalam kasus itu juga dalam pembeklian harga bahan-bahan lokal, tersangka menaikan harga serta membuat kwitansi fiktif yang tidak sesuai.

Baca Juga :  Nagekeo : Paket LASKAR Prioritas Pemberdayaan Ekonomi

Dana tersebut, katanya, bersumber dari dua dana yang mana senilai Rp 1.300.182.500 berasal dari APBN dan senilai Rp 240 juta bersal dari APBD, sehingga total dana mencapai Rp  1.500.182.500.

Dalam kasus itu perbuatan tersangka telah diatur dan diancam dalam pasal 2  juncto Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 yang telah dirubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (PTPK) juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Selain itu, tersangka juga dikenakan pasal 3  juncto Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 yang telah dirubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (PTPK) juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.  (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button