Home / Sport / Terlibat korupsi, PPK ditahan Kejari Waikabubak

Terlibat korupsi, PPK ditahan Kejari Waikabubak

Bagikan Halaman ini

Share Button

AB

 

Moral-politik.com : Kejari Waikabubak Sumbat Barat, resmi melimpahkan berkas perkara kasus dugaan korupsi proyek pemasangan pipa Desa Soru Kabupaten Sumba Tengah TA 2012 ke Pengadilan Tipikor Kupang dengan tersangka Petrus Demu selaku Pejabat Pembuat Komitmen dan Umbu Neka Pajaga selaku kontraktor pelaksana.

Panitera Muda Pengadilan Tipikor Kupang,  Andereas Benu yang ditemui, Rabu (29/1/2014) membenarkan adanya pelimpahan kasus dugaan korupsi proyek pemasangan pipa di Kabupaten Sumba Barat oleh Kejari Waikabubak.

“Benar ada pelimpahan kasus pemasangan pipa tapi belum dilakukan penetapan jadwal sidang dan majelis hakim,” ujarnya.

Kasie Pidana Khusus Kejari Waikabubak, I Made Pasek yang dihubungi, Rabu (29/1/2014), mengatakan telah mengalihkan penahanan dua tersangka kasus proyek pemasangan pipa Desa Soru Kabupaten Sumba Tengah TA 2012 dari Lapas Sumba Barat ke Rutan Penfui Kupang.

Menurut Made, Senin petang kemarin dua tersangka atas nama Petrus Demu selaku Pejabat Pembuat Komitmen dan Umbu Neka Pajaga selaku kontraktor pelaksana dibawa dari Sumba Barat menggunakan pesawat Garuda via Denpasar menuju Kupang. Dua tersangka yang merupakan tahanan Kejari Waikabubak tersebut di kawal oleh jaksa Didit Nugraha dan Nur Said.

Tiba di Kupang, kata dia,  dua tahanan dititipkan di Rutan Penfui Kupang selama menjalani masa persidangan kasus pemasangan pipa di Desa Soru Kabupaten Sumba Tengah di Pengadilan Tipikor Kupang.

Sesuai rencana, Selasa (28/1/2014) berkas perkara kedua tahanan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang untuk menjalani persidangan, dan itu sudah dilakukan dua Jaksa asal kejari Waikabubak yakni Didit dan Nur Said.

Dirincikan Made, kasus pemasangan pipa di Desa Soru tidak dikerjakan hingga tuntas, berdasarkan hasil pemeriksaan panitia PHO. Oleh panitia PHO dirokemendasikan agar tidak dilakukan pencairan senilai seluruh dana sesuai kontrak kerja tapi kenyataannya oleh PPK dana proyek dicairkan seluruhnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kota Kupang Tinjau Lokasi Tower 5.1

Akibat pengerjaan proyek yang tidak dikerjakan hingga tuntas mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 198 juta berdasarkan audit BPKP Perwakilan NTT. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button