Home / Sport / Terlibat korupsi, Yoseph Bani divonis 2 tahun

Terlibat korupsi, Yoseph Bani divonis 2 tahun

Bagikan Halaman ini

Share Button

8

 
Moral-politik.com : Terdakwa Yoseph Bani (60), pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Belu, selaku mantan ketua panitia pemeriksa pada Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Belu, divonis majelis hakim selama 2 tahun penjara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Jumat (10/1/2014).

Terdakwa divonis selama 2 tahun penjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dalam belanja modal pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTHM) Webot pada Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Belu, tahun anggaran 2007 sebesar Rp 549.500.000.

Menurut majelis hakim terdakwa terbukti bersalah karena turut serta melakukan perbuatan melawan hukum, serta melakukan perbuatan memperkaya diri sediri, orang lain atau suatu koorporasi.

Selain divonis 2 tahun penjara oleh majelis hakim, terdakwa di wajibkan membayar denda sebesar Rp 50 juta. Ditegaskan hakim, jika terdakwa tidak membayar denda tersebut satu bulan setelah kekuatan majelis hakim berkekuatan tetap maka akan diganti dengan pidana penjara selama 2 bulan.

Menurut hakim, perbuatan terdakwa telah diatur dan diancam dalam tindak pidana Palsa 3  ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 Jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan UU Nomor 31 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Perlu diketahui kasus dugaan korupsi PLTHM Webot pada Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Belu tahun 2007 sebesar Rp 549.500.000, dalam proyek itu terdapat beberapa item yang mana pengadaannya tidak sesuai dengan kontrak kerja yang ada.

Beberapa item dengan total anggaran sebesar Rp  323.800.000 diantaranya Perancangan Turbin sebesar Rp 250.000.000, jaringan Kabel Primer 1000 meter Rp 30.000.000, jaringan kabel sekunder 1000 meter sebeaar Rp 18.000.000 dan Penstok Booplat sebesar rp 25.800.000.

Baca Juga :  Pengurus DPP Diminta Serius Bantu Tugas Pastor

Dalam berkas segala item pekerjaan yang dilakukan oleh tersangka tidaks esuai dengan kontrak kerja yang telah disepakati dan telah ditandatangani. Sehingga membuat kerugian pada keuangan negara sebesar Rp 58.952.781, dan perbuatan tersangka membuat orang lain yakni Silvester Mau selaku pejabat pelaksana teknis pada Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Belu bertambah kaya dengan mendapatkan uang sebesar Rp 14.380.000.

Selain itu semua alat yang dibelanja oleh tersangka tidak sepenuhnya sesuai dengan spesifikasi dan volume bahan atau alat yang mengacu pada kontrak, fisik bangunan yang dibangun tidak sesuai dengan kontrak serta tidak ada bukti pendukung dan catatan penerimaan barang yang diadakan. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button