Home / Sport / Ternyata DAK PPO TTU mengalir hingga 2012

Ternyata DAK PPO TTU mengalir hingga 2012

Bagikan Halaman ini

Share Button

19

 

 

Moral-politik.com : Dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan di Dinas PPO TTU, senilai Rp 47.5 miliar yang kini dalam tahap penyidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kefamenanu, ternyata ada temuan baru. Pasalnya, ada indikasi kejanggalan penyimpangan muncul saat dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Hal ini jelaskan Kepala Kejari Kefamenanu Dedie Tri Haryadi melalui Kasi Pidsus, Frengki M. Radja saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Rabu (22/1/2014).

Dikatakannya, dari pemanfaatan anggaran DAK bidang pendidikan, sebagian paket proyek pengadaan buku ternyata realisasinya tidak tuntas ditahun 2011, sebab gagal lelang. Sehingga sisa luncuran anggaran DAK tahun 2011, diam-diam baru direalisasikan sejumlah paket proyek buku pada tahun 2012 lalu.

Bukan hanya itu, susunan kepanitian proyek buku saat itu dipercayakan untuk orang yang sama dan hanya namanya saja yang dibolak-balik. Untuk tahun 2011, ketua panitia proyek ditunjuk Yosep Marsel Boli, sekretarisnya Serfinus Tefa. Tahun 2012, ketua panitia Serfinus Tefa sedangkan sekretarisnya Yoseph Marsel Boli.

“Ada beberapa paket proyek pengadaan buku gagal lelang sehingga baru direalisasikan tahun 2012 . Untuk kepanitianya, orang yang sama hanya dibolak balik saja Serfinus dan Marsel Boli,” kata Frengki

Menurut Frengki, untuk mendalami dugaan kasus korupsi DAK bidang pendidikan telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangannya, salah satunya adalah ketua DPRD TTU, Robertus Nailiu.

Menurut dia, keterangan dari Robertus untuk sementara dinilai sudah cukup, tinggal saja menunggu keterangan tambahan dari  Badan Anggaran DPRD TTU yang rencananya dipanggil untuk diambil keterangannya pekan depan.

Agenda pemeriksaan, menurut Frengki, terkait hasil sidang APBD 2011 dan pergeseran anggaran untuk 4 unit SKPD, salah satunya realisasi DAK tiga tahun anggaran yang direalisasikan tahun 2011.

Baca Juga :  SD Inpres Naimata Gelar Sosialisasi Mutu Pendidikan

“Agenda pemeriksaan untuk anggota banggar terkait pergeseran anggaran dan sejauhmana realisasi anggaran untuk setiap item, kita akan  telusuri satu persatu,“ jelas Frengki.

Tak hanya itu, sesuai jadwal, lanjut dia, usai pemeriksaan anggota Banggar DPRD TTU, disusul  pemeriksaan untuk sasaran penerima bantuan yakni para kepala sekolah atau para pihak yang saat itu menandatangani berita acara bukti serah terima buku, termasuk  kontraktor pelaksana fisik proyek untuk dimintai keterangannya.

“Kita akan mantapkan di penyidikan. Untuk buku, kita akan panggil orang yang saat itu tandatangan diberita acara terima buku. Untuk konstruksi fisik, kita panggil kepala sekolah dan untuk sementara sudah tiga orang kepala sekolah yang sudah kita periksa,” tandasnya.

Dia menambahkan, semua pihak yang terlibat akan dipanggil untuk diambil keterangan, dan tentunya harus bertahap mulai dari panitia pelaksana, konsultan pengawas, pelaksananya hingga panitia FHO/PHO. Lantas apakah kasus ini bisa dituntaskan dalam tahun ini, kita tunggu saja hasilnya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button