Home / Sport / Tomas Kampung Sabu dan Eks Tim-Tim dipertemukan

Tomas Kampung Sabu dan Eks Tim-Tim dipertemukan

Bagikan Halaman ini

Share Button

pertemuan(1)

 

 

Moral-politik.com : Menyikapi pertikaian yang sempat menyita perhatian warga TTS beberapa hari lalu, Pemerintah Kabupaten TTS bersama Polri, TNI, tokoh masyarakat (Tomas), tokoh pemuda dari kubu yang bertikai mengadakan pertemuan di ruang pertemuan Setda TTS, Selasa (28/1/2014).

Pertemuan itu dipimpin langsung Bupati Timor Tengah Selatan Paul Mella, didampingi Sekda TTS Salmun Tabun. Turut hadir pada kesempatan itu, Kapolres TTS Agus Hermawan, Dandim 1621 TTS Ferry Firmansyah  serta sejumlah tokoh masyarakat seperti Yakob Gah, tokoh masyarakat asal Kampung Sabu, Sare Mali mewakili warga kilometer dua (tokoh masyarakat eks Timor-Timur).

Pantauan wartawan, pertemuan itu agak sedikit alot,  karena tokoh masyarakat Kampug Sabu, Yakob Gah menyampaikan keluhannya. Yakob memintah Polres TTS segera memproses kasus penganiayaan yang dialami oleh Fried Gah.

“Saya minta kepada Kapolres agar secepatnya  memproses tuntas kasus penikaman tanggal 1 Januari lalu terhadap Fried Gah, karena kasus ini sebagai penyebab, sehingga masalah ini meluas, karena kami melihat kasus ini tidak tuntas-tuntas,” kata Yakob .

Sementara terkait isu yang berkembang, bahwa akan ada penyerangan dari kelompok eks Tim-Tim ke Kampung Sabu yang ramai dibicarakan belakangan ini, Yakob meminta Bupati TTS bersama muspida terutama Kapolres dan Dandim TTS untuk secepatnya mempertemukan kedua kubu yang bertikai agar dilakukan perdamaian.

“Saya juga minta kepada Bupati supaya secepatnya mengumpulkan seluruh anak-anak muda di Kota Soe, terutama pemuda dan orang tua baik dari Kampung Sabu, Pemuda Km 3 serta Pemuda eks Tim-Tim agar dilakukan perdamaian,” tandasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat eks Timor Timur, Sera Mali meminta aparat kepolisian untuk mencari penyebar isu menyesatkan yang menyebabkan kondisi kedua kelompok ini semakin memanas.  “Kalau ada aktor intelektual di belakang kasus ini yang berupaya memperkeruh suasana Kota Soe secepatnya ditangkap,” pintanya.

Baca Juga :  Petani NTT Masih Andalkan Pupuk Organik

Menanggapi permintaan tersebut, Bupati TTS Paul Mella mengatakan, untuk kasus pidana penganiayaan, polres TTS segera menuntaskanya. Bupati Mella berharap, semua pihak dapat menjaga keamanan dan ketentraman lingkungan masing-masing. Selain itu, aparat kepolisian diharapkannya supaya menyikapi permasalahan itu secara serius. “Kita akan sikapi betul tentang kondisi ini,” tegas Bupati Mella.

Sedangkan Kapolres TTS Agus Hermawan, pada kesempatan itu menegaskan, pihaknya tengah memproses kasus penganiayaan yang terjadi pada 1 Januari 2014 lalu terhadap korban  Fried Gah. “Proses hukum tetap kita jalankan karena kita tidak melihat siapa orangnya, tapi yang kita lihat apa perbuatannya,” tandasnya.

Sementara Dandim 1621 TTS Ferry Firmansyah berharap, semua pihak dapat menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak diharapkan adanya kejadian yang bersifat anarkis. “Saya harap hal tersebut  tidak boleh terjadi,” harapnya.

Untuk diketahui, dalam rapat tersebut telah dihasilkan sejumlah kesepakatan yakni, Kamis, 30 Januari 2014 akan dilakukan pertemuan lanjutan bagi seluruh pemuda Kota Soe sekaligus melakukan perdamaian bagi kolompok pemuda yang bertikai seperti kelompok pemuda Kampung Sabu, kelompok pemuda eks Timor-Timur dan kelompok pemuda Km 3. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button