Home / Sport / TTU : Ini klarifikasi Panitia Pengadaan Barang PLTS

TTU : Ini klarifikasi Panitia Pengadaan Barang PLTS

Bagikan Halaman ini

Share Button

3

ilustrasi

 

 

Moral-politik.com : Bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk 150 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di tiga desa  di Kabupaten Timor Tengah Utara  (TTU) sudah  sesuai petunjuk teknis (Juknis) dan petunjuk pelaksana (Juklak) yang berlaku.

Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Pertambangan Energi Mineral (Distamben) TTU, Antonius Amfotis kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis  (16/1).

Amfotis mengatakan hal itu mengklarifikasi pemberitaan media sebelumnya terkait pengadaan  bantuan PLTS berupa lampu LED, kabel listrik, saklar dan sejumlah jenis barang lainnya dipastikan tidak bermerk.

Sesuai petunjuk kata Amfotis, disebutkan pengadaan sejumlah unit barang sudah sesuai  standar artinya jenis barang tidak ditentukan tipenya tapi  dipastikan bisa berfungsi sebagai penerangan untuk masyarakat penerima bantuan.

Amfotis menjelaskan, pihaknya sudah memastikan pengadaan jenis barangnya sehingga bisa terpasang dan jumlahnya lengkap sesuai aturan.  Selain itu sebagai panitia PHO juga sudah memastikan kondisinya dalam kondisi normal sehingga dilakukan serah terima barang kepada masyarakat melalui Distamben TTU.

“Ya kita sudah pastikan jenis barang sebelum dan setelah  dipasang suplayer semuanya dalam kondisi baik. Dalam  spec itu hanya disebutkan standarnya saja bukan sebutkan tipe lampu LED ataupun tipe kabel listrik yang mau dipasang,” katanya.

Mantan Camat Biboki Selatan itu menambahkan, pengadaan  bola lampu LED sebanyak tiga buah bola  untuk  setiap rumah  sudah diperhitungkan  kekuatan wattnya berlaku sama untuk semua rumah sasaran. Penerina bantuan yakni setiap desa jumlahnya 50 KK.
Pembagian daya  arus sudah diprediksi sehingga  bisa seimbang dengan daya kekuatan digardu induk sebagai penampung arus dari sinar matahari.

Bukan hanya itu, Amfotis juga menduga  ada warga yang tidak hemat energi misalkan mengganti bola LED bahkan ada yang menambah bola lampu bahkan ada yang menggunakan arus untuk kebutuhan elektronik  sehingga sangat berpengaruh terhadap daya bertahannya arus saat malam hari. Apalagi penampung arus untuk gardu induk sangat tergantung dari sinar matahari sehingga jika ada yang tidak disiplin tentu daya arus berpengaruh untuk semua pelanggan.

Baca Juga :  Kemendag mengaku kewalahan mengatasi Blackberry Ilegal

“Nyala lampu itu sangat tergantung dari pantulan sinar matahari yang muncul. Jadi kalau musim hujan seperti sekarang tentu daya tahannya beberbeda jauh saat musim panas. Sehingga kita minta pemahaman dari masyarakat pemanfaat untuk hemat energi dan tidak sembarangan memanfaatkan arus itu,” tandasnya

Untuk itu masyarakat dimintanya untuk taat dan disiplin tetap menggunakan Lampu LED yang sudah dipasang petugas, sebab  jika tidak dayanya akan berpengaruh  terhadap keseluruhan pengguna sebab bakal  keseringan mancet.

Pernah diberitakan, proyek PLTS pada Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) TTU tahun 2012, menghabiskan anggaran senilai 3 Miliar lebih di duga bermasalah. Pasalnya, sejumlah jenis alat tidak memiliki tulisan merk, bahkan ada merk pun bervariasi.

Hasil penelusuran wartawan di salah satu lokasi bantuan PLTS tepatnya di Desa Noepesu, Kecamatan Miomaffo Barat, ditemui sejumlah jenis alat listrik yang sudah terpasang di rumah warga ditemukan tidak berlabel. Antara lain, bola  lampu LED sebanyak tiga buah yang ada disetiap rumah sasaran bantuan tidak memiliki merk, nampak bungkusan lampunya warna putih tidak ada sedikitpun tulisan, termasuk tiga buah saklar bermerk variasi yakni matsugi, uticon dan yang satu saklar tidak bermerk terpasang di setiap rumah penerima bantuan PLTS.

Bantuan pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 3.3 Miliard direalisasikan untuk 150 KK yang tersebar di TTU, masing-masing 50 KK di desa Noepesu Kecamatan Miomaffo Barat, 50 KK  desa Oelfab Kecamatan Mutis dan 50 KK Kota foun, Kecamatan Biboki Anleu. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button