Home / Sport / TTU : Kesakitan dicabuli, si bocah laporkan

TTU : Kesakitan dicabuli, si bocah laporkan

Bagikan Halaman ini

Share Button

13                                                                                                             ilustrasi

Moral-politik.com : Korban mengaku dicabuli sebanyak dua kali oleh pelaku ML, yakni pada tanggal 13 November 2013 dan 20 Desember 2013 lalu.

Demikian kata Kapolres TTU, I Gede Mega Suparwitha saat dikonfirmasi melalui Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubag Humas) Polres TTU Iptu Sefnat SY Tefa di ruang kerjanya.

“Peristiwa itu baru dilaporkan polisi setelah ada pengakuan dari korban lantaran merasa kesakitan di organ vitalnya,” terangnya.

Peristiwa itu, lanjut Sefnat, bermula ketika AP yang selama ini tinggal bersama neneknya kembali kerumah untuk sarapan pagi disaat jam istirahat sekolah sekitar pukul 10.00 wita. Saat itu AP  di rumah sendirian karena neneknya sedang berada di kebun. Rupanya ML, tambahnya, sebelumnya sudah memantau gerak-gerik AP, sehingga melancarkan aksi bejatnya  tanpa menunggu lama  ML langsung masuk ke dalam rumah lalu memeluk AP dan melepaskan pakaian AP secara paksa.

“Setelah mencabuli AP, ML kemudian mengancam untuk tidak melaporkan kejadian itu kepada siapa pun termasuk nenek dan orang tua AP. Pelaku mengaku nekat melakukan perbuatannya itu  karena pengaruh kemabukan alcohol,” urainya.

Lantaran tidak diketahui aksi bejatnya sehingga pelaku yang sudah ketagihan, lanjutnya, kemudian berusaha untuk mengulangi lagi aksinya itu, namun  aksi  kedua ini membuat kemaluan korban sakit sehingga langsung mengadu ke ibu kandungnya,  dengan polos mengaku  kemaluannya sakit akibat ulah ML.

“Tak puas anaknya diperlakukan seperti itu, keluarga korban langsung melaporkan ke polisi, sehingga saat itu pelaku langsung diamankan polisi kini ML berada dibalik jeruji untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” katanya.

Sefnat menuturkan, pelaku ML bakal dijerat pasal  81 ayat 1 Undang-undang  nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, junto pasal 64 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (lima)

Baca Juga :  Pospol Ndao Nuse dan Pospol Suelain mulai beroperasi

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button