Home / Sport / TTU : Pohon tumbang dimanfaatkan warga palak kendaraan

TTU : Pohon tumbang dimanfaatkan warga palak kendaraan

Bagikan Halaman ini

Share Button

22ilustrasi

 

Moral-politik.com : Aksi sekelompok warga itu dilakukan dengan cara memalak setiap kendaraan yang melintas. Setiap kendaraan bisa melintas  setelah menyerahkan sejumlah uang, kemudian bahu jalan tersebut kembali dipalang untuk menunggu giliran kendaraan berikutnya.

Tarif pungutan bervariasi untuk kendaraan roda dua berkisar  Rp.2.000 hingga Rp 5.000 sementara untuk roda empat tarifnya Rp .5.000.00 hingga Rp.10.000.

Sementara  Martinus Taena tokoh masyarakat Kelurhan Oesena meminta kepada pemerintah selalu siaga untuk menghadapi badai hujan angin yang mengancam keselamatan warga dan menghambat arus lalulintas karena banyak pepohonan tumbang dan menutup jalan.

Martinus meminta perhatian pemerintah untuk secepatnya menangani tindakan pemalakan di jalan, sebab sangat merugikan para pelintas. Pasalnya,  jika disetiap titik terjadi pungutan serupa, tentunya bisa diprediksi berapa biaya yang harus dikeluarkan para pengendara yang melintas,  guna membayar biaya pembersihan jalan yang dilakoni sekelompok orang untuk meraup keuntungan dari bencana badai angin.

“Mestinya pemerintah melalui aparatur ditingkat desa atau kelurahan, diperintahkan untuk siaga ketika terjadi bencana badai misalkan ada pohon yang tumbang dijalan dipemukiman warga “tandasnya.

Martinus menambahkan, bencana badai dan pemalakan bukan hal baru tapi sudah terjadi dari tahun ke tahun, herannya dianganggap biasa saja karena tidak ada kepedulian dari pemerintah ataupun kesadaran dari masyarakat. (lima)

Baca Juga :  Penyidik periksa 20 Anggota Satpol PP Ngada

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button