Home / Sport / Vitalis Kali Batu dituntut 6,6 tahun penjara

Vitalis Kali Batu dituntut 6,6 tahun penjara

Bagikan Halaman ini

Share Button

v

 

Moral-politik.com : Vitalis Kali Batu selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PKK), terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan 158 unit sepeda motor di Kabupaten Sumba Barat tahun 2011 senilai Rp 1. 062.600.000 dituntut selama 6, 6 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kupang, Selasa (28/1/2014).

Dalam tuntutan yang dibacakan Jaksa Nur Said dan Didit secara bergantian mengatakan, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan, melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek tersebut dengan cara telah memperkaya diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi.

Selain dituntut, 6, 6 tahun penjara, terdakwa diwajibkan membayar denda sebesar Rp 200 juta. Dengan catatan, apabila terdakwa tidak dapat membayar denda tersebut selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan majelis hakim maka akan diganti dengan pidana penjara selama 3 bulan.

Menurut JPU, perbuatan terdakwa telah diatur dan diancam dalam tindak pidana pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (PTPK) sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang PTPK juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana dan dakwaan susidair Pasal 3 dan Pasal 9 juncto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (PTPK) sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang PTPK juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh JPU, dipimpin majelis hakim I Dwiyantara. Terdakwa Vitalis Kali Batu didampingi kuasa hukumnya Felipus Fernandes. Turut hadir dalam siding JPU, Nur Said dan Didit.

Baca Juga :  Warga Baadale Minta Penambahan Deker

Keuasa hukum terdakwa, Felipus Fernandes kepada wartawan usai mengikuti sidang mengatakan, dirinya akan mengajukan pembelaan terkait tuntutan tersebut karena dirinya merasa bahwa tuntutan itu sangat tinggi. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button