Home / Populer / Wanita pembuang bayinya dikenakan pasal berlapis

Wanita pembuang bayinya dikenakan pasal berlapis

Bagikan Halaman ini

Share Button

24

 

 
Moral-politik.com :   Pihak Polsekta Alak, melalui penyidik Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Unit Reskrim, akhirnya menetapkan Marlince Aloukari (25) sebagai tersangka kasus dugaan pembuangan bayi laki-laki, yang ditemukan sekitar pukul 06.00 Wita, Selasa, (31/12/2013) lalu, di wilayah RT 16/RW 04, Kelurahan Fatufeto, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Perbuatan  pelaku dijerat dengan pasal berlapis yakni  pasal 77 Undang-undang (UU) Perlindungan Anak dan pasal 305 KUHP, tentang dengan ancaman pidana penjara selama 5,6 tahun.

Kapolsekta Alak, AKP Marthen Kana, kepada wartawan, Jumat (3/1/2014), mengatakan, walaupun sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun pihaknya belum bisa melakukan penahanan, mengingat saat ini tersangka masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang.

“Tersangka belum bisa ditahan karena tersangka masih dirawat intensif karena baru melahirkan,“ katanya.

Marlince berhasil diketahui, lanjutnya,  sebagai pelaku pembuangan bayi laki-laki- itu setelah pihaknya melakukan penyisiran di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) serta menghimpun informasi dari warga sekitar. Dan, tidak lebih dari dua jam, polisi berhasil menemukan Marlince yang diketahui baru saja melahirkan namun tidak memiliki bayi.

Marlince yang diketahui, tinggal di rumah Jublina Padalau, sejak dua bulan terakhir, saat diinterogasi polisi, mengaku dirinya yang melahirkan bayi laki-laki di kebun sebelah rumahnya kemudian ditinggalkan begitu saja.

Sementara itu, Jublina Padalau, pemilik rumah, mengaku tidak mengetahui saat Marlince melahirkan hingga bayi-nya ditemukan di kebun warga.

“Dia dari Alor, dia di sini baru dua bulan, dan suaminya ada di Alor, jadi kita sudah hubungi suaminya, “ kata Jublina.

Untuk diketahui bayi naas ini ditemukan di dalam kebun kacang milik Radja Djami, saat hendak menyiangi tanaman kacang yang ada di kebun miliknya. Ketika sedang membersihkan rumput, Radja mengaku mendengar suara tangisan bayi, dan setelah dicari sumber suara, ternyata ia mendapati sesosok bayi laki-laki yang dibuang masih dalam kondisi berdarah, sehingga ia pun langsung memberitahukan warga sekitar dan aparat kepolisian terdekat.

Baca Juga :  Menhan Australia janji hapus Konten menyinggung TNI

Radja menambahkan, sang bayi malang saat ditemukan, nyaris menjadi santapan puluhan ekor anjing. Bayi itu diduga dibuang di bawah pepohonan jati, dan yang dibiarkan tergeletak tanpa pakaian dengan kondisi kepala dan leher terluka. Bayi itu menderita sejumlah luka dan hypotermia, dan hingga saat ini mendapat perawatan medis di RSUD W.Z Yohanes Kupang. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button