Home / Sport / Warga kecewa terhadap pelayanan Puskesmas Mano

Warga kecewa terhadap pelayanan Puskesmas Mano

Bagikan Halaman ini

Share Button

Puskesmas

 

Moral politik.com : Warga Desa Mando Sawu merasa kecewa terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Puskesmas Mano di Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).
Pasalnya, petugas medis yang bertugas pada Puskesmas tersebut dinilai lamban serta tidak sigap memberikan pelayanan terhadap pasien yang sangat membutuhkan pertolongan medis.
Hal ini dikatakan salah satu keluarga pasien korban kecelakaan, Florianus Paus, warga Mano, Kecamatan Poco Ranaka kepada Moral-politik.com, Minggu (19/1/2014).

Dikisahkan, Yustina Denol warga Desa Mando Sawu, yang menjadi korban kecelakaan tabrakan di depan kantor Sekertariat Partai Amanat Nasional (PAN), dibawa keluarga untuk mendapatkan perawatan di Puskesmas Mano, namun oleh pihak Puskesmas menolak untuk merawat pasien.
“Anehnya, petugas Puskesmas mengatakan pelayanan medis di puskesmas Mano libur, bahkan korban disuruh dilarikan ke RSUD Ruteng ibu kota Kabupaten Manggarai,” katanya.

Dikatakan Florianus, korban Yustina ditabrak di jalan utama Ruteng-Borong, dan korban mengalami luka parah di sekujur tubuh dan  bagian kepala.

Dia menjelaskan, dirinya bersama warga Mano lainya  berbondong-bondong mengantar korban ke puskesmas Mano tetapi puskesmas dalam keadaan terkunci,” Kami menunggu tenaga medis dalam waktu begitu lama, setelah lama menunggu, salah seorang tenaga medis praktek datang dan mengatakan bahwa hari Minggu Puskesmas libur dan meminta pihak keluarga segera membawanya ke RSUD Ruteng.
“Kita diminta supaya korban dibawa ke Rumah Sakit Ruteng Kabupaten Manggarai,” katanya.

Namun karena kami mendesak petugas tersebut agar paling tidak memberikan pertolongan pertama, akhirnya petugas medis praktek di Puskesmas itu mengobati luka pasien dengan obat merah. “Pasien diberi perawatan dengan menggunakan obat merah  dan direncankan akan di hantar ke RSUD Ruteng,” katanya.

Dia berharap, Pemda Matim melalui Dinas Kesehatan agar lebih memperhatikan hal ini, terkait liburan yang terjadi di puskesmas Mano pada hari Minggu dan ketersediaan pengobatan medis  yang memadai. “Saya pikir Puskesmas memiliki P3K, sehingga korban yang celaka ringan model seperti ini bisa ditangani untuk sementara,” usainya, berharap. (satria)

Baca Juga :  4 peternak sapi perah Belanda bantu 350 peternak Indonesia

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button