Home / Sport / Warga Kuli pertanyakan penanganan kasus Istua

Warga Kuli pertanyakan penanganan kasus Istua

Bagikan Halaman ini

Share Button

27

 

 

Moral-politik.com : Warga di Dusun Istua, Desa Kuli, Kecamatan Lobalain mempertanyakan perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan 100 unit perumahan Transmigrasi lokal pasca penetapan mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Rote Ndao, Hengky Mesang sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Ba’a tahun 2013 lalu.

Hal itu tertuang dalam surat yang dilayangkan penghuni Translok Istua ke Kejaksaan Negeri Ba’a yang kopiannya di terima wartawan, Jumat (24/1/2014).

Dalam surat nomor 01/WI/RND/2014 tersebut, warga mempertanyakan perkembangan penanganan kasus oleh Kejaksaan Negeri Ba’a. Warga merasa prihatian dengan Kejari Ba’a yang terkesan mendiamkan kasus tersebut.

Padahal, menurut warga, penetapan mantan Kadis Nakertrans Kabupaten Rote Ndao sebagai tersangka dalam proyek yang diduga menyebabkan kerugian Negara tersebut berdasarkan alat bukti yang kuat.

Disamping itu, fakta lapangan juga menunjukan, proyek dengan pagu anggaran Rp3,8 miliar lebih tersebut dikerjakan asal jadi.

Dalam surat yang ditandatangani Ketua Ikatan Keluarga Besar Istua, Mesakh Loe mendesak pihak Kejaksaan Negeri Ba’a segera memroses lebih lanjut kasus dugaan korupsi tersebut.

“Dalam kasus ini, kejaksaan sudah menetapkan dua orang tersangka yakni Kepala Dinas dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Kami merasa janggal, pihak kejaksaan sepertinya mendiamkan kasus ini. Kejaksaan harus beri penjelasan, apa alasan sehingga kedua tersangka tidak ditahan,” tandas Mesakh Loe.

Menurut mereka, pelaksanaan pekerjaan pembangunan translok yang tidak sesuai spesifikasi teknis merugikan negara dan menyengsarakan penghuninya. “Kami yang mendiami perumahan Istua merasa tidak nyaman karena kualitas bangunan sangat jauh dari kelayakan. Banyak item pekerjaan yang tidak dikerjakan,” katanya.

Menyikapi hal itu, Kepala Kejaksaan Negeri Ba’a, I Gde Ngurah Sriada, yang dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Jumat (24/1/2014) membenarkan adanya surat dari warga yang mempertanyakan perkembangan penanganan kasus tersebut.

Baca Juga :  Yappy Pingak: Pemkot Hentikan Pembangunan Gedung BI

“Kami berterima kasih kepada warga yang mendukung kami dalam penuntasan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan translok Istua. Dalam kasus ini memang kami sudah menetapkan dua orang tersangka yaitu Hendrik C Mesang selaku Kuasa Pengguna Anggaran(KPA) dan Dedy Abidin selaku PPK tetapi kami masih perlu kajian tim teknik dari Undana dan menunggu hasil audit dari BPKP NTT,” katanya.

Namun demikian, dirinya menepis tudingwan warga yang mencurigai pihaknya menghentikan proses hukum atas kasus tersebut.

“Seseorang yang telah ditetapkan sebagai tersangka memiliki mekanisme untuk menahannya. Kami menetapkan keduanya sebagai tersangka berdasarkan bukti-bukti yang kuat dan status tersebut tidak akan berubah menjadi dihentikan tetapi status tersebut akan dinaikan dari tersangka menjadi terdakwa serta terpidana,” tandasnya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button