Home / Sport / Warga Lasiana keluhkan penerangan jalan dan jalan rusak

Warga Lasiana keluhkan penerangan jalan dan jalan rusak

Bagikan Halaman ini

Share Button

8ilustrasi

 

Moral-politik.com : Warga Kelurahan Lasiana RT 04/RW 02 mengeluh soal infrantruktur jalan dibelakang Lapangan Sitarda Lasiana yang sudah rusak parah, sehingga warga sangat kesulitan melintasi jalan tersebut saat musim hujan.

Hal ini diungkapkan anggota DPRD Kota Kupang Frans Adrianus kepada Moral-politik.com di Kantor DPRD Kota Kupang, usai melakukan kunjungan di lokasi kerusakan, selasa (28/01/14).

Dia mengatakan, pengeluhan tersebut membutuhkan perhatian Pemerintah dan DPRD. tetapi sebagai DPRD dirinya tidak bisa langsung menjawab pengeluhan warga, karena semuanya yang mengeksekusi adalah pihak pemerintah. Maka itu, sebagai anggota dewan, dirinya hanya bisa membangun koordinasi dengan pemerintah untuk menyampaikan pengeluahan tersebut.

Menurutnya, dengan pengeluhan tersebut, pemerintah perlu memberikan perhatian, walaupun tidak serta merta langsung menjawab atau melaksanakan secara keseluruhan, tetapi minimal dilakukan secara bertahap guna mengurangi keresahan warga yang melintas dijalan tersebut saat musim hujan.

Diakuinya, dalam reses yang dilakukannya, masih banyak pengeluhan masyarakat yang menginginkan agar jalan dilokasi tersebut dapat diperhatikan oleh pemerintah. Karena jalan tersebut merupakan jalan alternatif bagi warga atau mahasiswa untuk pergi ke kampus.

Selain pengeluhan soal jalan, kata Adrianus, warga juga keluhkan soal penerangan, dalam hal ini masalah  listrik. Warga di wilayah itu banyak yang belum bisa menjadi pelanggan listrik PLN karena jaringan yang tersedia masih terbatas, sehingga masalah itu butuh juga perhatian dari pemerintah.

Hal senada juga dikatakan anggota DPRD Kota Kupang, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi A, Melky Balle. Menurutnya khusus kelurahan Oesapa dan Lasiana, warga paling banyak mengeluhkan soal masalah jalan dan penerangan.

“Jalan-jalan lingkungan dikedua kelurahantersebut banyak yang sudah rusak parah. Hal ini diperparah lagi dengan tidak ada penerangan jalan sehingga membuat warga kesulitan dalam melintasi jalan tersebut apalagi dimalam hari,” kata Balle

Baca Juga :  Kepala BKD Belu: CPNS Kategori II Wajib Mengikuti Testing

Dia mengatakan, pengeluhan warga ibarat seperti orang yang  mengeluh kehausan dan pemerintah tidak perlu memberikan segalas air, tetapi stetes air agar bisa menyejukkan mereka dari rasa dahaga yang dialami oleh warga. (nyongki)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button