Home / Sport / Warga Nunbaun Sabu dianiaya di Pelabuhan Tenau

Warga Nunbaun Sabu dianiaya di Pelabuhan Tenau

Bagikan Halaman ini

Share Button

27

 

 
Moral-politik.com : Kornelis Balle (45), seorang porter di Pelabuhan Tenau Kupang, yang juga warga  RT 07/RW 02 Kelurahan Nunbaun Sabu, Kecamatan Alak, harus menderita luka akibat  dikeroyok ketika sedang mengeluarkan barang dari KM. Sirimau yang tengah sandar di Pelabuhan Tenau Kupang.

Kornelis dalam laporannya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolres Kupang Kota mengaku dianiaya oleh Fat Ndun (19), warga Kelurahan Namosain, dan Jems Matruti (19), warga Teanu, RT 22/RW 05 Kelurahan Alak, Kecamatan Alak. Pelapor juga mengajukan Ama Mure (45), yang juga porter di Pelabuhan Tenau sebagai saksi kasus tersebut.

Korban mengaku kasus yang dialaminya itu bermula saat dirinya sebagai seorang porter atau buruh bagasi di Pelabuhan Tenau, sedang mengangkat barang milik penumpang ke dalam KM. Sirimau.  Korban kemudia  meletakan barang-barang milik penumpang di sebuah tempat tidur yang kebetulan sedang kosong.

Saat meletakkan barang itu, katanya, tiba-tiba Kornelis mengaku ditegur Fat Ndun, yang memintanya agar tidak meletakan barang di tempat tidur itu.

“Dia bilang jangan taru barang disitu, lalu beta bilang dia, ko tempat ini kosong, kenapa lu tegur,”pungkasnya.

Selain itu juga korban mengaku, saat itu, Fat Ndun langsung mencekik dan memukulnya berulang-ulang kali pada bagian wajah, hingga ia terjatuh. Dan, pada saat terjatuh, tiba-tiba Jems Matruti datang kembali memukul wajahnya dengan menggunakan gelang yang menempel besi tajam dan runcing, hingga dirinya mengalami luka robek pada pelipis kanan.

Kasubag Humas Iptu Januarius Mau mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti laporan kasus dimaksud, dengan penyelidikan yang dilakukan penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim), dengan mendalami keterangan pelapor dan saksi.

“Penyidik sedang lakukan penyelidikan. Korban dan saksi juga sedang didalami keterangan mereka. Intinya, masih dalam penyelidikan, dan tentunya kita akan tangani hingga tuntas,“ katanya.

Baca Juga :  Kejati Periksa 15 Saksi Dugaan Korupsi di Dinas Pertanian NTT

Korban juga, kata dia,  sudah divisum di Rumah Sakit Bhayangkara (RSB). Para pelaku terancam dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.  (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button