Home / Sport / Kasus penggelapan Kades endap di Polres Rote Ndao

Kasus penggelapan Kades endap di Polres Rote Ndao

Bagikan Halaman ini

Share Button

26ilustrasi

 

Moral-politik.com : Warga di desa Oelua, Kecamatan Rote Barat mengaku kecewa dengan penyidik Polres Rote Ndao yang terkesan menghilangkan berkas perkara Kepala Desa Oelua, Anwar Idris dalam kasus dugaan penggelapan kendaraan roda dua.

Hal ini dikemukakan tokoh masyarakat Desa Oelua, Herbet Lani kepada wartawan di gedung DPRD Kabupaten Rote Ndao, Jumat (24/1/2014).

“Kita cukup kecewa dengan penyidik Polres yang terkesan menggelapkan kasus penggelapan motor di Oelua,” kata Herbet.

Padahal, kata dia, berkas kasus pembelian motor menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2010 dan 2011 yang dilakukan Kades Oelua sudah lengkap, namun disayangkan penanganan atas kasus itu terkesan didiamkan Polres Rote Ndao.

Menurut dia, semestinya penanganan kasus itu saat ini sudah mengarah kepada penetapan Kepala Desa Oelua, Anwar Idris sebagai tersangka. “Ada apa ini, sepertinya pihak kepolisian sengaja menghilangkan kasus ini,” ujarnya.

Senada dengan Herbet, warga Desa Oelua, Balsasar Mboeik mengaku kuatir, penanganan kasus dugaan penyimpangan dana ADD TA.2009 yang diduga melibatkan Kepala Desa Oelua, Anwar Idris raib ditangan penyidik Polres Rote Ndao.

Mboeik mengatakan, hingga saat ini penanganan kasus dugaan korupsi tersebut belum memiliki status yang jelas. Untuk itu, penyidik Polres Rote Ndao didesaknya agar tidak berdiam diri dan segera menuntaskan dugaan penyimpangan yang diduga melibatkan Kepala Desa Oelua, Anwar Idris.

Mboeik menilai, penyidik pada Polres Rote Ndao lamban dalam mengungkapkan pelaku kasus dugaan korupsi yang terjadi di desa itu. Hal itu dikatakannya menyikapi persoalan dugaan penggelapan motor dan penyalahgunaan dana ADD tahun anggaran 2009, Ta.2010 dan TA.2011 di desa itu.

“Kami sudah menujukan bukti-bukti yang lengkap yang diminta oleh kepolisian dalam hal ini penyidik,” ungkap Mboeik.

Baca Juga :  Arab Saudi Beli Pesawat Tempur F-15SA dari Boeing

Menurut Mboeik, SP2HP yang diserahkan penyidik polres adalah bukti hasil penyelidikan saksi-saksi tentang kegunaan dana ADD Desa Oelua TA.2009, TA.2010 dan TA.2011.

“Buti-bukti seperti pengelapan motor desa sudah jelas-jelas terjadi pengelapan barang negara tetapi tidak pernah di singgung dalam SP2HP tersebut. Tanggal 28 Febuari 2012 kami masyarakat Desa Oelua datang ke Polres untuk melaporkan penyalagunaan dana ADD Desa Oelua, dalam laporan tersebut, salah satunya adalah, pembelian satu unit sepeda motor dari dana ADD yang memakai nama pribadi kepala desa. Setelah laporan kami diterima oleh Penyidik, kami dimintai data pembuktian laporan tentang penggelapan kendaraan roda dua tersebut,” katanya menjelaskan.

“Kami telah menyerahkan data dan bukti yang diminta oleh polisi tersebut, seperti Rencana Kerja Anggaran Desa Oelua (RKA TA.2010),  terbukti ada pengadaan satu unit sepeda motor dari dana ADD, STNK atas nama Anwar Idris, BPKB juga atas nama Anwar Idris yang sekarang menjabat kepala Desa Oelua,” tambahnya.

Namun disayangkan, hingga saat ini pihak Polres RoNda belum melakukan pemeriksaan terhadap kepala Desa Oelua. “Kami sayangkan kinerja polisi yang lamban dalam meresponi laporan warga. Ada apa antara Polisi dengan ades Oelua,” katanya.

Untuk itu pihak Polres Ronda didesaknya agar segera melakukan pemeriksaan terhadap Kades Oelua. “Kami minta supaya Polisi segera periksa yang bersangkutan,” ucapnya, tegas. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button