Home / Populer / YF, Ketua PDIP Rote Ndao, kembalikan uang Rp 221 juta

YF, Ketua PDIP Rote Ndao, kembalikan uang Rp 221 juta

Bagikan Halaman ini

Share Button

2222

 
Moral-politik.com :  Yunus Fanggidae, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Rote Ndao, segera mengembalikan kerugian negara senilai Rp 221 juta dalam kasus dugaan korupsi pembangunan 25 unit rumah nelayan di Dusun Maioe, Desa Pukuafu, Kecamatan Landuleko, Kabupaten Rote Ndao.

Lorens Mega Man (LMM) yang ditemui Moral-politik.com di kediamannya, Minggu (12/1/2014) mengatakan, dirinya selaku kuasa hukum dari tersangka akan mengembalikan kerugian negara dalam kasus tersebut.

“Tersangka segera mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 221 juta dalam kasus dugaan korupsi tersebut,“ katanya.

Setelah mengembalikan kerugian negara, kata dia, penegak hukum memiliki niat baik menangguhkan penahanan terhadap tersangka ketika dirinya selaku kuasa hukum mengembalikan kerugian negara dalam kasus itu.

LMM mengaku, saat ini tersangka ditahan oleh pihak kepolisian Polres Rote Ndao, karena diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi pembangunan 25 unit rumah nelayan di dusun Maioe, Desa Puku Afu, Kecamatan Puku Afu, Kabupaten Rote Ndao.

Dalam kasus itu, Direktur PT Lince Romauli Markus Banya, tersangka lain dalam kasus dugaan korupsi pembangunan 25 unit rumah nelayan di Dusun Maioe, Desa Pukuafu, Kecamatan Pukuafu, turut ditahan oleh polisi.

Sesuai hasil perhitungan kerugian negara yang dilakukan BPKP NTT terhadap Pembangunan 25 unit rumah tersebut, berdasar hasil audit BPKP, dalam proyek itu  negara dirugikan Rp221 juta.

Untuk diketahui, tersangka menyandang status tersangka sejak tahun 2011 lalu, tapi pihak Polres Rote Ndao baru menahan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan 25 unit rumah ramah bencana di Dusun Maioe, Desa Pukuafu, Kecamatan Landuleko Junus Fanggidae itu pada Sabtu, 3 Januari 2014.

Penahanan terhadap tersangka yang diketahui berstatus sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, karena diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi pembangunan rumah untuk para nelayan di dusun Maioe. Dalam kasus tersebut, Yunus Fanggidae berperan sebagai pelaksana proyek. (richo)

Baca Juga :  Mada Sukmajati: "Reshuffle" Kabinet bukan karena Dorongan Politik Semata

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button