Home / Populer / Anas mulai buka-bukaan ke KPK

Anas mulai buka-bukaan ke KPK

Bagikan Halaman ini

Share Button

5

 

MORAL-POLITIK.COM – Kali inim Jumat (28/2/2014) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggunakan waktu selama sembilan jam untuk memeriksa mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah terkait proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang.

Ditemui sebelum kembali menuju sel tahanan Rumah Tahanan (Rutan) KPK, Anas mengaku ditanyakan banyak hal. Pertanyaan tersebut terkait nama-nama dalam kasus Hambalang, seperti Andi Mallarangeng, Mahfud Suroso dan Agus Martowardojo.

Selain itu, Anas mengaku ditanyakan perihal mobil Toyota Harrier yang dikatakan sebagai penerimaan terkait kasus Hambalang.

Namun, Anas juga mengaku menambahkan keterangan terkait struktur Partai Demokrat usai Kongres di Bandung, Jawa Barat, pada akhir Mei 2010.

“Saya tambahkan penjelasan bagaimana struktur organisasi berdasarkan hasil kongres, bagaimana posisi majelis tinggi, dewan pembina, dewan kehormatan dan dewan pimpinan pusat. Demikian juga perihal kewenangan atau kekuasaan tertinggi itu ada pada majelis tinggi. Ketua majelis tinggi adalah bapak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono),” ujar Anas, lansir beritasatu.com.

Namun, mantan Ketua Umum (Ketum) Demokrat tersebut enggan mengatakan keterkaitan SBY dalam kasusnya. Ataupun keterkaitan putra bungsu Presiden RI tersebut dalam kasus Hambalang.

Berbeda dengan Anas, salah satu kuasa hukumnya, Carrel Ticualu mengungkapkan bahwa kliennya menyampaikan bukti penting terkait orang terpenting di negeri ini kepada penyidik KPK dalam pemeriksaan.

Tetapi sayangnya, menurut Carrel, bukti tersebut diabaikan oleh penyidik. Sebaliknya, penyidik meminta agar Anas menahan dulu bukti itu sampai tiba waktunya.

“Ada satu bukti yang sudah disiapkan Anas yang sudah ditunjukkan ke penyidik. Ini mungkin akan membuat Indonesia guncang, karena menyangkut orang terpenting di Indonesia. Kalau ter- itu biasanya cuma satu orang,” kata Carrel usai mendampingi pemeriksaan Anas di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (28/2).

Baca Juga :  Saat Jokowi foto bareng Megawati, SBY, dan Habibie

Ketika didesak, Carrel mengungkapkan bukti tersebut berupa dokumen yang diklasifikasikan sebagai tanda terima atau kwitansi.

“Jadi nanti tergantung penyidik kapan dia mau masuk ke situ. Dan ini adalah kebenaran bukan fitnah,” ujar Carrel.

Seperti diketahui, Anas Urbaningrum memang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) hambalang dan atau proyek-proyek lainnya.

Anas ditetapkan menjadi tersangka dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR 2009-2014.

KPK menyangkakan Anas melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b dan atau pasal 11 Undang-Undang No.31/1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Namun, dalam kasus ini, KPK tidak hanya membidik penerimaan Anas dalam proyek Hambalang. Penyidikan KPK melebar aliran dana dalam kongres Partai Demokrat tahun 2010 silam. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button