Home / Populer / Bambang Widjojanto tantang Anas serahkan bukti soal Ibas

Bambang Widjojanto tantang Anas serahkan bukti soal Ibas

Bagikan Halaman ini

Share Button

2

 

 

Moral-politik.com : Nyanyian-nyanyian mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum soal dugaan keterlibatan Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dalam kasus Hambalang, direspons Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Jangan kemudian hanya menjanjikan, tapi hanya terus berjanji, karena menyerahkan itu bukan sesuatu yang sulit kalau barangnya ada,” kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (5/2/2014) malam.

Bambang menuturkan, KPK pasti akan menindaklanjuti pernyataan Anas sepanjang didukung bukti yang valid. “Tapi kalau barangnya di-ada-ada-kan, itu lain lagi. Saya berprasangka baik saja. Kalau memang ada, segera serahkan, jangan sampai itu berpolemik,” imbuh Bambang.

Pengacara Anas, lansir Kompas.com, Adnan Buyung Nasution, mengatakan kliennya itu sudah menyampaikan kepada penyidik KPK mengenai peran Ibas dalam Kongres Partai Demokrat pada 2010. Adnan menyampaikan hal itu di sela-sela waktu pemeriksaan Anas, Rabu.

Dalam kongres tersebut, Ibas bertindak sebagai steering committee atau panitia pengarah. Pengacara lain Anas, Firman Wijaya, juga mengatakan bahwa Anas memiliki bukti foto yang menunjukkan keterlibatan pihak lain.

Saat dikonfirmasi apakah benar Anas menyampaikan peran Ibas dalam kongres partai tersebut kepada penyidik KPK, Bambang mengatakan, dia akan mengeceknya dulu kepada tim penyidik. Selaku pimpinan KPK, Bambang tidak terlibat langsung dalam proses pemeriksaan saksi atau tersangka.

Sepengetahuan Bambang, pada pemeriksaan Anas pekan lalu, pertanyaan penyidik KPK yang diajukan kepada Anas belum masuk materi kasus yang akan menjadi materi dakwaan. “Yang saya tahu minggu lalu itu proses pemeriksaannya baru menyangkut hal-hal yang mendasar sekali, belum masuk di materi. Hari ini saya dengar dari teman-teman sudah masuk,” kata dia.

Bambang juga mengatakan, KPK tidak akan langsung memeriksa Ibas sebagai saksi jika keterangan Anas hanya sebatas peran Ibas sebagai steering committee (SC). Menurut Bambang, seseorang akan diperiksa sebagai saksi jika orang itu disebutkan memiliki peran yang dapat membuktikan keterlibatan tersangka dalam kasus yang disidik KPK.

Baca Juga :  Partai di TTS yang belum diverifikasi karena utang administrasi

“Cuma kalau keterangannya bahwa Ibas adalah SC, itu kan semua orang juga sudah tahu, apa lagi yang dipersoalkan soal itu?” tanya Bambang.

Jadi ceritanya KPK itu pasif, menanti pelapor menyodorkan bukti-bukti. KPK tak boleh bertindak seperti Jaksa atau Polisi yang melakukan penyelidikan atas laporan-laporan yang diberikan oleh oknum-oknum tertentu…. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button