Home / Populer / Catatan Penyiar Radio Kelud FM dari meletusnya Gunung Kelud (1)

Catatan Penyiar Radio Kelud FM dari meletusnya Gunung Kelud (1)

Bagikan Halaman ini

Share Button

3

 

 

Jakarta, Moral-politik.com : Meletusnya Gunung Kelud pada Kamis (13/2/2014) menjadi pengalaman yang tidak terlupakan oleh Suprapto, penyiar radio Kelud FM, yang studionya berada 10 Km dari puncak gunung. Hingga 40 menit sebelum Kelud meletus, dia masih siaran.

Malam itu, Suprapto masih mengudara dengan memperingatkan warga di sekitar kaki gunung tentang kemungkinan adanya letusan Kelud. Betul saja, sekitar pukul 22.40, gunung tersebut meletus.

Beruntung, Suprapto telah menghentikan siarannya. Siaran dihentikan bukan karena status awas yang dikeluarkan atas gunung itu, namun karena memang jadwal siar yang sudah berakhir.

Begitu letusan terdengar, Suprapto bersama 14 orang rekannya pengurus radio komunitas itu segera membantu mengevakuasi warga.

Seperti biasa, perempuan, anak dan orang lanjut usia didahulukan. Beberapa unit truk memang sudah disiagakan.

“Niatnya, rencana awal untuk mengevakuasi ternak pada Jumat (14/2/2014) pagi. Tapi di luar dugaan, gunung meletus. Ya sudah, manusianya saja dulu yang dievakuasi,” kata pria yang akrab disapa Prapto itu, saat ditemui di halaman studionya, di Desa Sugih Waras, Kecamatan Ngancar, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (15/2/2014).

Hanya ada waktu sekitar 1,5 jam sejak status gunung dinaikkan menjadi awas hingga akhirnya meletus. Status awas ditetapkan pasa pukul 21.15.

Prapto menggambarkan, warga sangat panik saat itu. Belum lagi, truk yang tersedia ternyata tidak mampu menampung 3.209 jiwa warga desa.

“Untung beberapa warga berinisiatif menggunakan sepeda motor turun ke bawah,” ujar lulusan SMK bidang teknik mesin itu.

Ia mengatakan, pihaknya sempat berkoordinasi dengan pihak Perusahaan Listrik Negata (PLN) setempat. Dia meminta, agar PLN tidak dulu memadamkan listrik hingga seluruh warga terevakuasi. (bersambung)

Penulis : Vincentia Clara

Baca Juga :  Prabowo mengaku tak pamrih dukung Jokowi-Ahok pimpin Jakarta

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button