Home / Populer / Dahlan Iskan peduli pengungsi Gunung Sinabung

Dahlan Iskan peduli pengungsi Gunung Sinabung

Bagikan Halaman ini

Share Button

1dahlan sarapan pagi bersama pengungsi sinabung

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Bakal Calon Presiden dari Partai Demokrat yang tengah menjalani konvensi calon presiden, pandai membaca titik-titik mana yang harus mereka masuki. Selain beramal berupa pemberian bantuan bagi korban bencana alam, juga menyampaikan pesan-pesan politiknya.

Capres Dahlan Iskan melalui relawannya, dan alumni Yayasan Soposurung menyalurkan bantuan obat-obatan ke tiga posko pengungsi korban letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut).

Bantuan yang disalurkan itu berupa antibiotik, obat flu dan batuk. Ada 990 pengungsi di Kampus UKA 1 yang menerima bantuan itu, di GBKP Kota ada 1107 jiwa dan di Paroki Kabanjahe terdapat 1030 jiwa.

“Kami melihat kondisi mereka secara langsung, mendengarkan keluhan dan perasaan mereka, dan akan disampaikan secepatnya ke pimpinan supaya dibantu,” ujar alumni Yayasan Soposurung, Libianko Sianturi, Kabanjahe, Jumat (28/2).

Menurutnya, lansir Beritasatu.com, masih banyak keperluan yang dibutuhkan pengungsi di sana. Beberapa di antaranya, pengungsi masih memerlukan air mineral, susu untuk lansia, dan sayur segar. Selain itu, air bersih juga kekurangan.

“Persoalan yang dihadapi pengungsi ini akan segera disampaikan ke pimpinan, dengan harapan supaya atasan maupun kalangan dermawan, bermurah hati untuk meringankan beban pengungsi,” katanya.

Sampai saat ini, jumlah pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung, sebanyak 15.950 jiwa. Jumlah itu meliputi 5.003 kepala keluarga. Seluruh pengungsi ini sebelumnya tinggal di zona berbahaya Gunung Sinabung.

Zona larangan itu berada dalam radius 5 kilometer (km) dari gunung merapi tersebut. Seluruh pengungsi itu pun tinggal di 33 posko pengungsian. Begitu juga dengan aktivitas gunung merapi tersebut, masih tetap erupsi.

Staf Pemkab Karo di Posko Utama Kabanjahe, Mulia Barus menyampaikan, pengungsi masih menunggu laporan lanjutan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tentang perkembangan gunung itu.

Baca Juga :  Ny Veki Lerik ramaikan CFD Kota Kupang (1)

“Erupsi masih terjadi namun tidak separah di bulan Januari kemarin. Kepastian BNPB dinantikan masyarakat pengungsi, apakah melakukan relokasi atau masyarakat diperbolehkan kembali ke desanya,” jelasnya.

Sementara itu Koordinator pengungsi di kampus UKA 1, yang juga sebagai kepala Desa Simacem Harta Sitepu mengatakan, sebanyak 636 jiwa atau 198 kepala keluarga di kampus UKA 1, dinyatakan tidak boleh kembali ke desa mereka di Simacem dan Bekerah.

“Tempat tinggal kami berada dalam radius 3 kilometer dari lokasi gunung, dan termasuk pusat lintasan gempa serta aliran guguran awan panas. Kami sudah pasrah dan rela direlokasi tapi sampai saat ini masih menunggu,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan, belum ada titik terang kapan pengungsi direlokasi. Pengungsi sangat trauma dengan kondisi desanya. Selain itu, belum ada kejelasan dari pemerintah untuk memberikan bantuan bibit pertanian.

“Saya dulu memiliki lahan pertanian seluas 4 hektar, yang ditanami jeruk. Kopi dan tanaman muda lainnya. Seluruh tanaman itu sudah mati, dan kami semua tidak memiliki modal untuk kembali bertani,” sebutnya. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button