Home / Kaukus / Dicuekin Megawati, Risma jadi rebutan PKS, Gerindra, Golkar?

Dicuekin Megawati, Risma jadi rebutan PKS, Gerindra, Golkar?

Bagikan Halaman ini

Share Button

3

 

MORAL-POLITIK.COM – Berbuntut dari perang dingin soal ketidaksetujuan Walikota Surabaya Tri Rismaharini terhadap pengangkatan dan pelantikan Wakil Walikota Surabaya Wisnu Sakti Buana, yang juga sesama kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan Risma.

Risma yang disebut-sebut sebagai walikota teladan atau berprestasi spektakuler dunia ini, menjadi rebutan tiga partai mumpuni. Seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Golkar, dan Partai Gerindra. Ketiga parpol ini ingin meminang Risma sebagai calon wakil presiden berpaket dengan ketua umumnya

Entah sedang mengail di air keruh, mendampak dari relasi Risma dengan PDIP yang tampak sedang tak mulus itu, bertepatan dengan melejitnya nama dia di kancah perpolitikan nasional menjelang Pemilu 2014, maka apa yang dilakukan Risma menjadi komoditas perpolitikan empuk. Sekali dayung dua sampai tiga pulau terlampaui.

Wajar jika PDIP galau, kuatir kehilangan kader terbaiknya yang konon katanya bisa menyaingi elektabilitas dan popularitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi

Seperti disimak bersama, partai pertama yang naksir Risma adalah PKS. Risma menjadi salah satu tokoh yang diincar PKS selain Panglima TNI Djoko Santoso dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Hal itu diungkapkan langsung oleh Presiden PKS Anis Matta.

Menurut Anis, lansir Viva.co.id, nama Risma muncul karena diusulkan oleh sejumlah Dewan Pimpinan Daerah PKS, dan berdasarkan hasil survei internal PKS. Namun PKS masih menunggu hasil Pemilu Legislatif 9 April 2014 sebelum memutuskan siapa pasangan capres-cawapres yang bakal mereka usung.

Partai kedua yang mempertimbangan Risma sebagai cawapres adalah Gerindra. “Bu Risma awalnya tidak banyak disebut, tapi beberapa daerah mengusulkan namanya sebagai cawapres pendamping Prabowo Subianto,” kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani.

Baca Juga :  Kenali Agatha Christie, penulis 66 Novel Detektif...

Meski demikian, Gerindra sampai sekarang belum memutuskan siapa cawapresnya. Soal cawapres juga amat tergantung pada keinginan Prabowo. “Kongres Luar Biasa Partai Gerindra menyebut Pak Prabowo sebagai calon presiden Gerindra. Pak Prabowo memiliki otoritas untuk memilih pendamping. Tapi meski itu otoritas Pak Prabowo, nama-nama bisa diusulkan oleh berbagai kalangan,” ujar Muzani.

Muzani menilai Risma sebagai sosok yang punya rekam jejak baik. Namun Gerinda masih butuh waktu untuk memutuskan apakah Risma layak mendampingi Prabowo. “Kami belum ada komunikasi dengan Risma. Mungkin saja Gerindra Jawa Timur sudah komunikasi, tapi di Jakarta belum,” kata dia.

Melihat Risma begitu laris manis, PDIP menyerahkan keputusan akhir di tangan Risma, apakah pada akhirnya akan menerima pinangan sebagai cawapres partai lain atau tidak. “Jika benar ingin pindah ke partai lain dan paham etika, ya kulonuwun (permisi) dulu,” kata Puan.

Lalu bagaimana dengan Golkar? Partai tua dinas ini pandai menangkap peluang emas. Setidaknya pertemuan antara Risma dengan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di ruang pimpinan DPR, Kamis 20 Februari 2014 lalu, adalah sebuah forum melirik kemungkinan-kemungkin elok untuk disandingkan dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button