Home / Traditional Dress / Dipenjara seumur hidup, Tentara AS pemerkosa gadis Irak bunuh diri

Dipenjara seumur hidup, Tentara AS pemerkosa gadis Irak bunuh diri

Bagikan Halaman ini

Share Button

13

 

 

Moral-politik.com : Panasnya situasi kemiliteran di medan perang atau penjaga keamanan suatu negara yang bersengketa, acapkali mendorong oknum tentara melakukan perbuatan yang kurang terpuji.

Seorang mantan tentara Amerika Serikat, yang memperkosa dan membunuh seorang gadis setempat saat bertugas di Irak, ditemukan mati gantung diri di sel. Dia tengah menjalani hukuman penjara seumur hidup atas kejahatannya.

Diberitakan Los Angeles Times, seperti dilansir Viva.co.id, Selasa 18 Februari 2014, Steven Dale Green diduga kuat bunuh diri saat ditemukan tergantung di kompleks penjara negara bagian Arizona, AS, pekan lalu.

Pria 28 tahun ini pada tahun 2009 terbukti bersalah telah memperkosa gadis berusia 14 tahun bernama Abeer Qassim Hamza al-Janabi di Mahmudiya, sekitar 32km selatan Bagdad. Tidak hanya memperkosa, dia juga membunuh Abeer beserta kedua orangtuanya dan adiknya yang berusia enam tahun.

Pengadilan Kentucky menjatuhinya hukuman seumur hidup tanpa ada kesempatan bebas dengan jaminan. Selama pengadilan, terungkap Green adalah pemimpin geng berisikan lima tentara yang berniat jahat pada rakyat Irak.

Kelimanya berencana untuk menyerbu rumah keluarga Abeer dan membunuhi mereka semua. Kejahatan ini dengan bangga mereka akui di antara teman-temannya.

Bergaya Ninja

Green, yang saat itu baru berusia 19 tahun, disebut sebagai dalang penyerangan. Dia mengenakan pakaian “ninja” berwarna hitam saat menggagahi dan menembak mati seluruh keluarga di rumah itu.

Semua pelaku mengaku bersalah dalam peristiwa tersebut. Mereka mendapatkan hukuman antara lima hingga 100 tahun penjara.

Green diadili sebagai warga sipil karena ketika ditahan dia sudah dikeluarkan dari militer. Jaksa penuntut mengatakan bahwa Green adalah tentara yang punya kecenderungan untuk membunuh warga tidak berdosa di Irak.

Baca Juga :  Doulas, a Growing Force in Maternity Culture, Are Organizing for More Recognition

Pengacara pembelanya tidak membantah pembunuhan oleh kliennya. Namun dia berdalih, pembunuhan itu dilakukan karena Green mengalami stress setelah terbunuhnya kawan karibnya. Ini jadi alasan pengacara agar pengadilan tidak menjatuhkan vonis mati. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button