Home / Populer / Ditemukan alat sadap, Jokowi diminta jangan takut intelejen

Ditemukan alat sadap, Jokowi diminta jangan takut intelejen

Bagikan Halaman ini

Share Button

1

ilustrasi

 

Jakarta, Moral-politik.com : Ditemukannya tiga alat sadap di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi menguakkan berbagai tanya plus kekuatiran.

Pertanyaannya jika itu dilakukan oleh lembaga inteligen, misalnya, dikatakan sebagai pelanggaran hukum dan hak azasi manusia (HAM)?

Lepas dari itu, salah satu pihak yang merespons ekses dari alat penyadapan tersebut berharap Jokowi tidak takut dengan aksi penyadapan dan operasi intelijen pihak tertentu.

“Jokowi tidak perlu takut dengan aksi penyadapan dan operasi intelejen,” kata Inisiator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Pro Jokowi (projo), Fahmi Alhabsy di Jakarta, Kamis (20/2/2014).

Menurutnya, lansir Tribunnews.com, informasi tersebut sepatutnya tidak diumbar ke masyarakat. Sebabnya, kabar itu akan membuat kegaduhan politik. “Jika benar ada alat sadap di rumah, berarti intelejen baru belajar jadi James Bond tingkat dasar,” ujarnya.

Namun demikian, atas temuan tersebut, Fahmi berharap masyarakat Indonesia membentengi Jokowi dari anasir-anasir politik yang akan merugikan Jokowi.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo menyatakan, ada indikasi teror dari pihak luar terhadap Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Di rumah Jokowi kita operasi ada tiga alat penyadap, di tempat tidur, di ruang tamu, dan di tempat makan. Seakan-akan ada semacam teror. Bu Mega diikuti intel, pernah tertangkap ada orang masuk rumah Bu Mega dengan alasan mau numpang kencing, kan konyol,” ungkapnya. (erny)

Baca Juga :  Pengurangan Kemiskinan di Perdesaan, Ini tantangan buat Jokowi...

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button