Home / Sejarah / Djoko Santoso, sosok yang tenggelam dalam kekuasaan (1)

Djoko Santoso, sosok yang tenggelam dalam kekuasaan (1)

Bagikan Halaman ini

Share Button

index

 

 

Jakarta, Moral-politik.com : Menurut Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siraj, Djoko Santoso (Djoksan) merupakan sosok yang tenggelam dalam kekuasaan. Sebab, banyak prestasi gemilang Djoksan bagi Bangsa Indonesia  sirna bagai ditelan bumi.

Said menuturkan bahwa pria yang  memulai karier dengan menjabat Danton 1 Kompi Senapan A Yonif 121/Macan Kumbang, termasuk salah satu Jenderal yang bersih dari pelanggaran HAM dan korupsi, serta merupakan tokoh dibalik reformasi TNI.

Said menambahkan, patut diacungi jempol kepada Ayah dua orang anak (Andika Pandu dan Ardya Pratiwi Setyawati) karena sikapnya ketika mengambil keputusan, disaat terjadi konflik.

Djoksan tidak bertindak seperti seorang TNI untuk menghadapi situasi konflik, tetapi bertindak sebagai seorang bapak yang peduli kepada anak-anaknya. Peryataan tersebut bukan hanya isapan jempol belaka tetapi telah terbukti.

Salah satu yang turut mendukung peryataan Said adalah tokoh rohaniawan dari Ambon, Pendeta Nus Reimas. Dia mengemukakan bahwa Djoksan mampu meredam konflik berbau sara di Ambon. Lanjutnya, dua Pangdam Pattimura yang sebelumnya merupakan orang asli Ambon tidak mampu mengatasi konflik tersebut.

Namun mantan Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan (Pangkoopslihkam) 2002-2003 ini dapat mengatasi tanpa adanya pertumpahan darah. Sesuatu hal yang luar biasa imbuh Nus. Sebab sangat mustahil karena begroun orang Ambon yang keras kepala, namun Djoksan mampu melakukan sesuatu yang mustahil menjadi mungkin.

“Pak Djoko termasuk orang yang berkharisma, dia mampu meredam konflik di Ambon, padahal sebelumnya dua Pangdam Pattimura yang identitasnya merupakan orang asli Ambon tidak mampu meredam konflik tersebut, apalagi orang ambon wataknya keras,” tutur Nus kepada Moral-politik.com di Jakarta.

Djoksan yang namanya mulai diketahui publik  ketika berhasil meredam konflik  berbau Sara di Maluku, ternyata menyimpan  serentetan karir yang tengelam dimakan waktu. Salah satunya, perestiwa reformasi tahun 1998 di Yogyakarta, dia berhasil menjadikan demo sejuta massa untuk menjatuhkan Soeharto berjalan aman dan damai. Bahkan tidak ada satupun kaca yang retak.

Baca Juga :  Kisah kursi terhormat untuk dua mantan ajudan

Sedangkan di daerah lainnya seperti Jakarta, Sulawesi, Surabaya banyak menimbulkan kerusuhan yang besar, bahkan menyebabkan kematian.

Pria Kelahiran Surakarta, Jawa Tengah tersebut tidak segan-segan bertindak tegas terhadap negara mana pun, jika dalam kondisi mengancam  stabilitas keamanan Negara Republik Indonesia. (bersambung)

 

 

Pencarian Terkait:

  • ardya pratiwi setyawati

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button