Home / Populer / Djoko Suyanto : KPK ikut susun DIM, jangan megaphone ke media

Djoko Suyanto : KPK ikut susun DIM, jangan megaphone ke media

Bagikan Halaman ini

Share Button

1ilustrasi

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Sikap apriori dari Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, ditanggapi oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM, Djoko Suyanto.

Menurut Djoko, tak ada satu lembaga pun yang ingin mengebiri Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Karena itu, KPK tak perlu khawatir jika pembahasan RUU KUHP dan KUHAP akan memotong kewenangan KPK.

“RUU ini kan sudah disusun 12 tahun lalu bahkan KPK belum lahir, yang susun pakar-pakar, mari hormati,” kata Djoko di Istana Negara, Jakarta, Rabu 26 Februari 2014.

Andaikan ada pasal-pasal yang memberatkan KPK, kata Djoko, sebaiknya KPK juga ikut menyusun daftar inventarisir masalah (DIM) untuk bersama-sama dibahas di DPR.

“Jangan megaphone diplomasi ke media-media. Pembahasan itu ada di DPR dan di pemerintah, saya sarankan DIM ya, ke KPK dan ke pengkritik-pengkritik itu,” kata dia, lansir Viva.co.id.

KPK ngotot agar pembahasan RUU KUHP itu dihentikan dan ditarik dari DPR. Ketua KPK Abraham Samad membeberkan poin-poin krusial yang menjadi alasan institusinya mengajukan permohonan penundaan pembahasan kedua RUU tersebut.

“Dalam RUU KUHP sifat kejahatan luar biasa seperti korupsi jadi tereliminir apabila dimasukkan dalam buku II UU KUHP. Begitu pula dengan kejahatan extra ordinary lainnya, seperti terorisme dan narkotika,” kata Abraham.

Menurut Abraham, apabila sifat extraordinary hilang, maka konsekuensinya, lembaga-lembaga yang punya kompetensi, seperti PPATK, KPK dan BNN, menjadi tidak relevan lagi.

Selain itu, kata Abraham, ada beberapa substansi dalam RUU KUHP yang bisa menghambat penanganan pemberantasan korupsi. Salah satunya, hilangnya kewenangan penyelidikan.

“Penyadapan dilakukan pada saat proses penyelidikan, maka kalau kewenangan itu dihilangkan, maka tentu akan mengganggu,” ujarnya. (erny)

Baca Juga :  Apa kata PNS DKI tentang Gubernur Ahok?

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button