Home / DPRD Kota Kupang / DPRD: Polisi seharusnya tangkap pengelola, bukan pengunjung

DPRD: Polisi seharusnya tangkap pengelola, bukan pengunjung

Bagikan Halaman ini

Share Button

4

Moral-politik.com : Terkait masalah penangkapan terhadap 13 orang warga Kota Kupang di PT. Taman Surya Indah, yang mengelola Arena Permainan Ketangkasan Tradisonal dan Modern, di Kelurahan  Kelapa Lima pada 23 Januari lalu, anggota DPRD Kota Kupang Soleman Kette menilai, jika ada praktek judi yang dilakukan pada Arena Permainan Ketangkasan itu, maka seharusnya yang ditangkap adalah pengelolanya.

“Kenapa yang ditangkap para pengunjung yang datang bermain. Seharusnya yang ditangkap itu pengelola dari  arena ketangkasan itu, sebab dia sudah melanggar ijin yang telah diberikan. Dalam perda maupun perwali sudah jelas-jelas melarang adanya praktek judi sehingga pengelolanya yang harus ditangkap,” kata Soleman Kette, usai melakukan pertemuan dengan ratusan keluarga dari ke-13 pengunjung yang ditangkap oleh pihak kepolisian, Selasa (4/2/2014) di kantor DPRD Kota Kupang.

Menurutnya, jika pihak kepolisian mengetahui ada unsur judi, maka mereka sudah tahu siapa yang bakal ditahan atau ditangkap.  Pada saat  pengresmian Arena Ketangkasan PT. TSI 88  dihadiri perwakilan dari Polda NTT, maka tentunya mereka mengetahui bahwa tempat tersebut merupakan arena permainan ketangkasan yang legal.

Selain itu, kata dia, izin keramaian juga dikeluarkan oleh pihak kepolisian terhadap PT. TSI 88, sehingga mereka juga sangat tahu bahwa arena itu legal adanya.

“Untuk itu, jika ada unsur judi maka yang bersalah adalah pengelolah bukan masyarakat. Pihak kepolisian harusnya membebaskan para pengunjung dan menangkap pengelolanya saja,” kata Kette. (nyongki)

Baca Juga :  Ada kesalahan tahapan bantuan bedah rumah

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button