Home / Populer / Golput tinggi, pemimpin dan Parpol harus evaluasi diri

Golput tinggi, pemimpin dan Parpol harus evaluasi diri

Bagikan Halaman ini

Share Button

 

 

ghynJAKARTA, MORAL-POLITIK.COM – Sejumlah hasil survei yang dilakukan lembaga survei di Indonesia belakangan ini, menunjukkan angka Golongan Putih (Golput) pada 2014 ini masih tinggi.

Menanggapi hal itu budayawan sekaligus tokoh spiritual Sri Eko Gal-Gendu menilai golput itu merupakan pilihan dan hak seseorang yang harus dihargai oleh orang lain.

“Golput itu ya pilihan. Saya kira mereka yang memutuskan golput bukan karena tidak mau ikut memilih pada Pemilu, tetapi lebih karena belum menemukan kriteria calon pemimpin yang sesuai dengan keinginannya,” kata Sri Eko, Minggu (23/02/2014) di Jakarta.

Saya pikir, sambung dia, memilih untuk tidak memilih juga adalah sebuah pilihan. Pilihan tentu tidak dapat dipaksakan oleh siapapun.

Justru, lanjut dia, angka golput yang semakin meningkat ini harus dijadikan bahan evaluasi bagi para pemimpin maupun partai politik untuk menjalankan kepemerintahan yang jujur, bersih, dan adil.

Sri Eko meyakini, jika setiap calon pemimpin memiliki budi pekerti yang luhur serta peduli kepada masyarakat seluruhnya, maka dengan sendirinya angka golput akan menurun.

Lebih lanjut Sri Eko mengatakan, saat ini, Indonesia tengah dilanda krisis kepemimpinan. ”Kita tidak punya pemimpin bangsa. Ketika pemimpin bangsa tidak ada, kita jadi tidak berwibawa,” paparnya.

Kepemimpinan nasional yang ada saat ini, menurutnya, pemimpin negara, bukan pemimpin sebuah bangsa.

“Pemimpin bangsa itu tidak difasilitasi. Kalau calon pemimpin negara banyak, karena difasilitasi,” tegas Eko. (mrl)

 

 

Baca Juga :  Berkat Jokowi, Saleh Husin Patenkan Televisi Kusrin!

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button