Home / Populer / Ini kritik terhadap Mahfud MD soal rumor Cukong Jokowi

Ini kritik terhadap Mahfud MD soal rumor Cukong Jokowi

Bagikan Halaman ini

Share Button

3

 

JAKARTA, MORAL-POLITIK.COM – Pernyataan Profesor  Dr Mahfud MD soal konglomerat mencukongi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi untuk calon presiden (Capres), sungguh memalukan, karena ahli hukum malah bicara tanpa bukti.

“Mosok desas-desus diungkap kepada publik? Namanya juga desas-desus, siapa sumbernya? Para ahli hukum selalu bicara berdasarkan bukti (evidence), tapi Mahfud malah ngawur,” tutur Alex Yanvi, intelektual muda Islam, lulusan Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Dryarkara (2000).

“Kalau sekelas gurubesar dan doktor seperti Mahfud menyebarkan desas-desus malah kacau,” katanya, di Jakarta Rabu (26/2).

Yanvi Alex yang juga Sekretaris Relawan Jokowi (Bara JP Kepulauan Riau), mengatakan, jika Mahfud merasa dirinya sebagai capres, maka kualitas capres telah didegradasi sendiri oleh Mahfud. Rakyat tambah kecewa.

Alex memberi umpan langsung kepada Mahfud: “Saya mendengar  langsung dari Kyai Achmad, Cikura, Tegal, pengasuh pesantren terbesar di Tegal. Sesungguhnya belum ada partai politik yang akan mengusung Mahfud. Nah, pernyataan saya ini ada bukti, jelas siapa yang bicara. Ayo, apa tanggapan Mahfud?”

“Atas kesalahan yang memalukan ini, dua pilihan untuk Mahfud. Minta maaf kepada publik, atau mundur jadi capres,” kata Alex, yang dulu aktif Central Studies 164, forum di Kantor PB Nahdlatul Ulama.

Alex bertanya kepada Mahfud: “Bagaimana kalau ada menyebarkan desas-desus bahwa Mahfud terlibat dalam korupsi Mahkamah Konstutusi (MK)? Apa tanggapan Mahfud? Sudah pasti Mahfud akan mempertanyakan, buktinya apa?”

Mahfud juga dinilai Alex berpikir ambigu. Di satu menyebarkan desas-desus ada konglpmerat yang mendukung Jokowi, namun di sisi lain mengatakan bahwa hal itu tidak salah.

“Lha, kalau menurut Mahfud sendiri tidak salah, apa yang mesti dipersoalkan? Maka Mahfud harus menarik omongannya, agar iklim intelektual di Indonesia jangan menjadi rusak, hanya karena karena ada orang yang merasa dirinya sebagai capres tapi bicara ngawur,” pungkasnya.

Baca Juga :  Parlemen Rusia surati FIFA coret AS di Final Piala Dunia

Cukong Konglomerat

Seperti yang ditulis pers, mantan Ketua MK itu mengatakan, Jokowi dicukongi konglomerat besar agar bisa menang di pilpres. Menurut Mahfud,  dirinya hanya menjelaskan desas desus.

Mahfud kemudian mengatakan, kalau pembekingan dana tersebut memang benar, tidak ada yang salah. Jokowi tak melanggar hukum.

Boleh saja orang mensponsori atau disponsori dalam politik. Sebab bantuan kepada Jokowi dari para konglomerat itu adalah dana legal, dana swasta, bukan dari APBN dan bukan dana kolusi dan korupsi.

Menurut Mahfud, yang dilakukan untuk Jokowi jauh lebih terhormat daripada yang yang dilakukan oleh para politisi lain yang menjadi calon dalam jabatan publik tetapi mencuri uang negara dan uang rakyat dengan proyek-proyek APBN dan APBD. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button