Home / Populer / Jakarta : Penduduk miskin naik jadi 375.700 orang

Jakarta : Penduduk miskin naik jadi 375.700 orang

Bagikan Halaman ini

Share Button

2

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Daerah Khusus Ibukota Jakarta adalah ibukota negara Republik Indonesia. Kota yang jadi pusat pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan ini pun dijadikan sebagai tempat tumpuan hidup dari seluruh masyarakat Indonesia.

Area lahan Jakarta yang tak bertambah tapi setiap hari berdatangan masyarakat dengan tujuannya masing-masing, ditambah dengan meningkatnya kendaraan, membuat Jakarta dapat dikatakan sebagai sebuah “kasur tua”.

Ironi memang. Sebab di Jakarta pula data dari Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin meningkat. Data yang dikeluarkan pada Januari 2014, tercatat jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta pada bulan September 2013 mencapai 375.700 orang, atau sebanyak 3,72 persen dari total jumlah penduduk DKI Jakarta yang hampir mencapai 10 juta jiwa.

Kepala BPS DKI Jakarta Nyoto Widodo mengatakan bila dibandingkan jumlah penduduk miskin pada Maret 2013 yang mencapai 354.190 orang atau sekitar 3,55 persen dari total jumlah penduduk DKI Jakarta, maka jumlah penduduk miskin di Jakarta meningkat 21.510 orang atau meningkat 0,17 poin.

Jika dibandingkan dengan September 2012 dengan jumlah penduduk miskin sebesar 366.770 orang atau 3,7 persen dari total penduduk Jakarta, jumlah penduduk miskin meningkat sebanyak 8.930 orang atau meningkat 0,02 poin.

“Peningkatan jumlah penduduk miskin dipengaruhi dengan semakin tingginya garis kemiskinan di Jakarta. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan,” kata Nyoto, Selasa (25/2), lansir Beritasatu.com.

Garis Kemiskinan (GK) di September 2013 mencapai Rp 434.322 per kapita per bulan. Jumlah ini lebih tinggi dari GK pada Maret 2013 yang mencapai Rp 407.437 per kapita per bulan. Juga lebih tinggi dari GK September 2012 yang hanya mencapai Rp 392.571 per kapita per bulan.

Baca Juga :  Kontroversi usulan Snowden dinominasi raih Nobel Perdamaian

Kendati demikian, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DKI Jakarta tercatat sebesar 78,33 lebih tinggi dari rata-rata IPM yang dicapai nasional yang hanya sebesar 73,29. Pada level provinsi, IPM DKI Jakarta adalah yang tertinggi diantara provinsi-provinsi lainnya.

“IPM itu adalah indikator komposit yang mengukur kualitas hidup manusia. IPM menjelaskan bagaimana manusia mempunyai kesempatan untuk mengakses hasil dari suatu proses pembangunan. Sebagai bagian dari haknya dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan dan lainnya,” ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa penyelesaian masalah kemiskinan di Jakarta tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan program pengentasan kemiskinan yang harus dilakukan secara berkesinambungan dan bertahap.

“Masalah di Jakarta kan banyak, nggak hanya kemiskinan saja. Jadi tidak bisa langsung selesai. Pembangunan itu ada tahapannya,” kata pria yang akrab disapa Jokowi ini.

Untuk pengentasan kemiskinan, pihaknya telah berupaya melakukan program pengentasan kemiskinan di Ibu Kota. Bahkan mantan Wali Kota Solo ini telah menargetkan penurunan angka kemiskinan 0,70 persen (10.980). Hal itu masuk dalam dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI 2013-2017, Pemprov DKI menargetkan jumlah penduduk miskin di Jakarta turun menjadi 3 hingga 3,25 persen. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button