Home / Populer / Muhammadiyah : Jika Prabowo Presiden Singapura takkan lecehkan Indonesia

Muhammadiyah : Jika Prabowo Presiden Singapura takkan lecehkan Indonesia

Bagikan Halaman ini

Share Button

1ilustrasi

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto mendapat apresiasi dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.

Terang pikir Din Syamsuddin karena prihatin dengan adanya sejumlah aset bangsa telah dikuasai asing.

Muhammadiyah juga prihatin dengan koalisi yang berlangsung saat ini lantaran hampir semua bidang ekonomi Indonesia dikuasai oleh asing.

“Penguasaan oleh asing ini adalah produk dari koalisi yang membiarkan kebodohan dan pembodohan,” kata Din Syamsuddin dalam keterangan tertulis yang diterima saat Silaturahmi Nasional (Silatnas) BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Senin (24/2).

Ketua Umum PP Muhammadiyah itu juga mengkitik pedas bangunan koalisi yang saat ini sedang terus berlangsung.

“Saya minta pak Prabowo membangun koalisi sejati dengan rakyat. Jangan membangun koalisi seperti yang ada sekarang ini. Koalisi yang katanya pro rakyat, demi rakyat, dan peduli rakyat, tetapi kenyataannya berbalik,” ucap Din, lansir Beritasatu.com.

Buktinya, tambah Din, sekarang ini hampir semua bidang ekonomi Indonesia dikuasai oleh asing. Din juga menyampaikan keprihatinan yang sangat mendalam sehubungan dengan pelecehan Singapura terhadap kedaulatan Indonesia terkait dipersoalkannya penamaan pahlawan Usman-Hamid untuk kapal perang KRI.

Jika pemerintahan Indonesia kuat dan berwibawa, tidak mungkin Indonesia dilecehkan oleh negara yang lebih kecil.

“Jika Prabowo Subianto menjadi Presiden RI, saya yakin Singapura tidak akan berani melecehkan Indonesia, dan akan hormat kepada Indonesia,” ucapnya.

Dijelaskan, saat ini Indonesia memerlukan pemimpin yang tegas, berani, dan pro rakyat, serta peduli rakyat. Bukan yang menyerahkan semua bidang perekonomian kepada asing dan antek-anteknya .

“Sekarang ini hampir semua bidang ekonomi Indonesia dikuasai oleh asing. Ini adalah produk dari koalisi yang membiarkan kebodohan dan pembodohan,” ujar Din.

Baca Juga :  Partai Demokrat NTT dan KPK gelar Sekolah Antikorupsi

Terkait dengan pelecehan yang dilakukan Singapura sendiri, Muhammadiyah juga sudah mengambil sikap tegas. PP Muhammadiyah membatalkan undangan kedubes Singapura di Jakarta untuk bermain futsal bersama di bulan Maret 2014.

“Namun karena merasa dilecehkan oleh sikap Singapura soal penamaan kapal perang KRI Usman Harun, kami membatalkan rencana main futsal tersebut,” ujar Din.

Bagaimana pun, Usman adalah orang Banyumas, dan orang Muhammadiyah. Apapun kata Singapura, di mata Muhammadiyah mereka adalah pahlawan bangsa.

Dalam kegiatan tersebut, Prabowo Subianto sendiri turut hadir guna memenuhi undangan panitia untuk menyampaikan pandangannya. (erny)

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button