Home / Populer / Jokowi bantah hasil survei : kinerjanya mulai menurun

Jokowi bantah hasil survei : kinerjanya mulai menurun

Bagikan Halaman ini

Share Button

3

 

 

Moral-politik.com : Menjamurnya lembaga survei di tahun politik 2014 ini terkadang dipandang tidak mencerdaskan wawasan politik masyarakat, malah yang terjadi adalah menggiring opini masyarakat demi maksud tertentu.

Bermodalkan pendekatan ilmiah yang dilakukan oleh orang-orang yang dianggap layak untuk mengukur kinerja, elektabilitas dan popularitas, lembaga survei pun menjalankan tugasnya.

Apakah semua hasil survei bisa diterima begitu saja? Salah seorang tokoh yang menyangsikan kredibilitas lembaga survei dalam konteks mengukur kinerjanya adalah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Jokowi mempertanyakan lembaga survei yang menyatakan kinerjanya mulai menurun. Sebab, ia menilai banyak bermunculan lembaga survei titipan yang bermunculan sejak tahun 2014.

“Survei juga banyak ada survei yang benar-benar survei ada survei titipan, namanya juga tahun politik,” ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Senin (10/2/2014).

Soal hasil survei tersebut, mantan Walikota Solo ini enggan menanggapinya. Sebab, hasil survei yang menyatakan kinerjanya merosot tidak sesuai dengan kenyataan.

“Saya kira yang paling dari pagi, sampai pagi, dari pagi, sampai pagi, sampai tengah malam saya bekerja. Tapi survei apa pun saya kira akan dijadikan sebagai koreksi,” ucap Jokowi, lansir Tribunnews.com.

Sebelumnya diberitakan, hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Nasional (LSN) menyebut, kepuasan warga Jakarta terhadap kinerja Jokowi di berbagai bidang terus menurun. Awal tahun ini, sebanyak 47,5 persen responden mengaku puas dan 46,9 persen kurang puas dengan kinerja mantan wali kota Solo itu.

Kemudian untuk penangan masalah banjir, sebanyak 24,8 persen saja yang mengaku puas. Sedangkan untuk penanganan masalah kemacetan sebanyak 34,6 persen yang mengaku puas terhadap kinerja Jokowi .

“Secara umum, survei LSN menemukan fenomena bahwa publik DKI mulai meragukan kemampuan Gubernur Jokowi dalam mencari solusi atas berbagai masalah di ibu kota. Optimisme publik terhadap kapabilitas mantan wali kota Solo itu terus merosot karena tidak banyak bukti riil yang dirasakan masyarakat Jakarta,” tegas dia.

Baca Juga :  Petrus Selestinus: "Kegagalan Megawati Hancurkan Nawa Cita Jokowi-JK..."

Dalam melakukan penelitian, LSN melakukannya pada 10-26 Januari 2014 di lima wilayah (kota madya) dan satu kabupaten di Jakarta. Populasi survei adalah seluruh penduduk DKI yang berusia minimal 17 tahun dan mereka yang belum 17 tahun tapi sudah menikah. Jumlah sampel sebanyak 790 responden yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara rambang berjenjang (multistage random sampling).

Margin of error survei sebesar 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan pedoman kuesioner dan dilakukan juga uji kualitas melalui telepon cek sebesar 10 persen dari total sampel. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button