Home / Kaukus / Kasus Risma, menanti kerendahan hati Megawati…

Kasus Risma, menanti kerendahan hati Megawati…

Bagikan Halaman ini

Share Button

4

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Pertanyaan paling laris manis paska mencuatnya kisruh Walikota Surabaya Tri Rismaharini, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), kaitannya dengan penetapan Wakil Walikota Surabaya yang juga kader PDIP, Wisnu Sakti Buana, adalah pergi kemana Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri?

Wajar, sebab sepertinya Megawati diam membisu dan tak menganggap kisruh Risma harus diberesinya sehingga menjelang pemilu legislatif 9 April nanti, semua elemen partai siap menggempur hati nurani masyarakat agar meraup suara sebanyak mungkin, baik di DPR, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Saya tidak tahu persis tata tertib di tubuh PDIP, soal boleh tidak Risma yang level walikota itu boleh bersua dengan Megawati, atau mungkin hanya kader provinsi dan DPP. Tapi melihat kecerdasan Risma dalam memimpin Surabaya, bisa dibuat simpulan bahwa persoalan yang membelenggu Risma untuk bersua Megawati adalah karena faktor hierarkhi.

Jika itu benar, maka publik bisa bersimpulan bahwa betapa susahnya bertemu seorang pemimpin PDIP pada semua strata. Sebab apa yang dipraktikan Megawati itulah yang dilakukan juga oleh kader-kader di daerahnya…

Kemungkinan faktor itu cukup mengemuka sehingga Risma lebih memilih pergi bertemu Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di ruang pimpinan DPR, Kamis (20/2/2014), padahal hanya berselang beberapa hari sebelum datang ke DPR, Risma menerima petinggi PDIP di Surabaya.

Sekretaris Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo membenarkan Risma sempat tak cocok dengan Wisnu, namun ketidakcocokan itu ia klaim telah diselesaikan di internal partai. “Usulan siapa wakil wali kota adalah rapat partai yang mengusung Ibu Risma,” kata Tjahjo.

Namun kini munculnya Wakil Wali Kota Surabaya baru pilihan PDIP, Wisnu, membuat Risma seakan bersitegang dengan partai yang mengusungnya itu. Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Puan Maharani bahkan tak menutupi kejengkelannya pada Risma.

Baca Juga :  Foto berjudul 'Jembatan Persahabatan, Istana Tampaksiring' (4)

Puan meminta Risma tak mengumbar masalah di internal partai, lansir Viva.coid, dan fokus saja menjalankan tugas sebagai Wali Kota Surabaya. “Karena terkait PDIP, tidak usah curhat ke mana-mana. Di internal sudah clear, tidak ada masalah dari Wali Kota (Risma) dan Wakil Wali Kota (Wisnu Sakti Buana),” kata Puan, Senin 24 Februari 2014.

Jika Risma ingin mengadukan unek-uneknya langsung ke Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pun, Puan mempersilakan. Menurut putri Mega itu, sesungguhnya tak sulit untuk bertemu ibunya. “Jangan ada fitnah yang mengatakan karena ditolak (Mega), akhirnya Bu Risma pergi (mengadu) ke mana-mana. Tidak mungkin Ibu Ketum PDIP menolak bertemu Bu Risma,” ujar dia.

Puan pun bersedia menghubungkan Risma dengan Megawati. “Saya siap menjembatani. Bu Risma tinggal datang ke saya. Saya yang akan hubungkan Bu Risma dengan Bu Ketua Umum. Saya berharap, Bu Risma jernihkan masalah ini bersama keluarga besar PDIP. Tidak ada niat dari kami untuk membuat Bu Risma tidak nyaman di PDIP,” kata Ketua Fraksi PDIP itu.

Sebelumnya Risma memang sempat mengatakan ingin berdiskusi dengan Megawati. Namun ia sungkan dan tak berani menghubungi Mega lebih dulu. “Kan tidak semudah itu. Saya ini siapa,” kata dia. Sementara soal datang ke DPR untuk ‘mengadu’, Risma mengatakan ia hanya datang karena diundang.

Lalu, apa salahnya jika Megawati sedikit menurunkan harkat dan martabatnya untuk memanggil Risma, yang tahu dirinya enggak mungkin bersua Megawati, sebab siapakah dia sehingga bisa bersua Megawati? (erny)

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button