Home / Populer / Galaunya Megawati : Percaya kader atau simpatisan Jokowi? (1)

Galaunya Megawati : Percaya kader atau simpatisan Jokowi? (1)

Bagikan Halaman ini

Share Button

1

ilustrasi

 

 

Moral-politik.com : Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sedang galau. Suka atau tidak suka, mereka sedang diperhadapkan pada dua pilihan pelik : Megawati Capres atau Jokowi Capres.

Memang pertanyaan lama masih berhamburan : Apakah setelah kekalahan dua kali dari Susilo Bambang Yudhoyono, yang nota bene pernah menjadi stafnya Megawati, masih mungkinkah Megawati mampu mengalahkan pesaing-pesaing politiknya di eksternal PDIP?

Terlalu gegabah jika dikatakan Megawati pasti memenangkan dua opsinya itu terhadap tuntutan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi Capres, hanya dengan alasan separuh kadernya menduduki posisi gubernur, bupati dan walikota.

Sebab, pendekatan kekuasaan, bagi-bagi dana bantuan sosial (Bansos) untuk meninabobokan masyarakat bodok, tidak bakalan efektif lagi, karena pada saat bersamaan tim sukses partai lain akan masuk menggembos, semisal Bansos itu bukan miliknya PDIP, Bansos adalah uang rakyat dari pembayaran pajak yang harus dikembalikan kepada rakyat.

Selain itu, kegenitan-kegenitan politik kader-kader Megawati di daerah, ulah sejumlah elit PDIP daerah yang duduk di kursi empuk DPR, adalah momok bagi PDIP. Sebab semua masyarakat telah mengetahuinya berkat pemberitaan di media massa, terutama gencarnya news media portal berita.

Sama seperti petinggi partai lainnya, dirinya dikelilingi oleh dua tipekal manusia : jujur, dan penjilat. Lazimnya orang jujur akan didepak, sebab kejujurannya bisa bikin sakit hati. Sedangkan orang penjilat lebih disukai karena bahasanya manis serta bisa terjadi transaksi-transaksi tertentu.

Dua tipekal manusia itu sedang mengelilingi Megawati. Akibatnya, Mega cukup berpikir panjang; cenderung ragu-ragu, menetapkan keputusan dari dua pilihan: dirinya Capres, atau Jokowi Capres.

Analisis kami tersebut setidaknya sama dengan pandangan Ketua DPP PDI Perjuangan Komaruddin Watubun.

Baca Juga :  Setidaknya 10 pelanggaran HAM menimpa Rizieq Syihab

Melansir Kompas.com, dirinya mengaku khawatir atas sikap orang-orang di sekitar Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang memberi masukan subyektif kepada Megawati dalam menetapkan calon presiden 2014. Ia berharap tak ada lagi pihak yang membuat Megawati berada di posisi terjepit dalam mengambil keputusan untuk memenangkan Pemilu 2014.

Komarudin mengaku sering mendampingi Megawati sejak sekitar 20 tahun lalu. Dalam kurun waktu tersebut, secara pribadi, ia selalu berusaha mengajak seluruh pengurus partai untuk memberi masukan obyektif kepada Megawati.

“Saya sampaikan pada teman-teman dekat untuk beri pandangan obyektif pada Bu Mega. Jangan benturkan Ibu Mega dengan pilihan. Politik biasanya hancur oleh orang-orang terdekat karena selalu bicara yang baik-baik,” kata Komarudin, saat dihubungi, Senin (17/2/2014). (bersambung)

 

Penulis : Vincentcius Jeskial Boekan

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button