Home / Sport / Keluarga pertanyakan penangkapan pengunjung arena TSI 88

Keluarga pertanyakan penangkapan pengunjung arena TSI 88

Bagikan Halaman ini

Share Button

DSC_4501

 

Moral-politik.com : Pihak keluarga dari ke-13 orang yang ditangkap oleh pihak Mabes Polri pada 23 Januari 2014 di lokasi Arena Permainan Ketangkasan Taman Surya Indah (TSI) 88, hari ini, Selasa (4/2/2014 mengadu ke DPRD Kota Kupang, serta mempertanyakan penangkapan terhadap anggota keluarga mereka tersebut.

Melkianus Lapotanu mewakili ratusan warga yang mendatangi DPRD Kota Kupang selaku koordinator mengatakan, mereka yang mengunjungi tempat itu sudah mengetahui bahwa arena ketangkasan itu legal, sebab sudah mendapat izin dari pemerintah.

Di lokasi  arena itu juga, lanjut dia, terpampang Perda dan Perwali, sehingga mereka berani untuk masuk dan bermain. Namun, mengapa mereka ditangkap?. Hal ini yang tentunya menjadi pertanyaan bagi masyarakat, karena mereka bermain sesuai petunjuk Perda dan Perwali.

“Kami sebagai masyarakat merasa bingung, kenapa arena ketangkasan ini sudah ada ijin yakni Perda maupun Pewalinya, lalu mengapa orang datang berkunjung malah ditangkap. Padahal, mereka datang bermain sesuai petunjuk Perda,” katanya.

Dia mengaku kedatangan mereka kepihak DPRD, untuk meminta DPRD dan pemerintah yang mengeluarkan Perda ini dapat membantu untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna membebaskan mereka yang ditangkap pihak kepolisian.

Menanggapi pengaduan dari warga, Ketua DPRD Tellend Daud mengatakan, Perda yang dibuat tentang permainan ketangkasan sudah disahkan dan itu legal di mata hukum. Bahkan, perda tersebut sudah disosialisasikan ke berbagai pihak yang berhubungan dengan permainan ketangkasan itu, sehingga dirinya juga mengaku kaget dengan adanya penggebrekan dan penangkapan terhadap para pengunjung di TSI 88.

“Atas apa yang terjadi di TSI 88 kami tidak punya kewenangan jika ada indikasi lain, namun kami akan meminta pemerintah untuk bisa berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mencari jalan keluar agar mereka yang ditahan bisa dibebaskan,” katanya. (nyongki)

Baca Juga :  Petani NTT Masih Andalkan Pupuk Organik

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button